GridOto.com - Sistem pendingin mesin mobil baik tipe bensin maupun diesel menggunakan radiator coolant.
Enggak cuma mesin Internal Combustion Engine (ICE) saja, mobil listrik juga menggunakan radiator coolant untuk menstabilkan suhu baterai dan komponen lainnya.
Seiring pemakaian mobil maka radiator coolant ini bisa mengalami penurunan performa yang ditandai dari warnanya yang sudah keruh.
Warna keruh pada radiator coolant ini sangat berpengaruh terdahap sistem pendinginan mesin.
"Perubahan warna radiator coolant ini dikarenakan kandungannya yang sudah banyak terjadi penurunan," sebut Apre dari bengkel AP Speed.
Baca Juga: Pentingnya Kuras Radiator Coolant Mobil, Bikin Komponen ini Awet
"Warna radiator coolant yang keruh ini harus segera diganti dengan yang baru, namun sebelum itu juga harus dikuras ya," bebernya.
Lantas, apa dampak jika radiator coolant yang berwarna keruh dibiarkan dan dipakai terus menerus?
"Kalau masih terus dipakai ya sudah pasti dampaknya bisa bikin mesin overheat atau panas," bebernya lagi.
Dampak lainnya bisa membuat bagian thermostat sampai water pump menjadi karat atau korosi.
Korosi pada sistem pendingin ini menjadi momok yang ditakutkan karena bisa membuat mampat.
Baca Juga: Banyak yang Lupa, Ini Manfaat Ganti Radiator Coolant Berkala
"Ganti radiator coolant maksimal sekali tiap 40.000 kilometer, lebih cepat makin bagus kok untuk menjaga sistem pendingin," sebut Apre.
Itulah dampak yang dihasilkan ketika tetap menggunakan radiator coolant yang berwarna keruh.