Dampak Radiator Coolant Mobil Berwarna Keruh Masih Terus Dipakai

Ryan Fasha - Selasa, 21 April 2026 | 12:00 WIB

Lama-lama air radiator juga bisa habis

GridOto.com - Sistem pendingin mesin mobil baik tipe bensin maupun diesel menggunakan radiator coolant.

Enggak cuma mesin Internal Combustion Engine (ICE) saja, mobil listrik juga menggunakan radiator coolant untuk menstabilkan suhu baterai dan komponen lainnya.

Seiring pemakaian mobil maka radiator coolant ini bisa mengalami penurunan performa yang ditandai dari warnanya yang sudah keruh.

Warna keruh pada radiator coolant ini sangat berpengaruh terdahap sistem pendinginan mesin.

"Perubahan warna radiator coolant ini dikarenakan kandungannya yang sudah banyak terjadi penurunan," sebut Apre dari bengkel AP Speed.

Yaraslau Mikheyeu
ILUSTRASI. Indikator suhu mesin.

Baca Juga: Pentingnya Kuras Radiator Coolant Mobil, Bikin Komponen ini Awet

"Warna radiator coolant yang keruh ini harus segera diganti dengan yang baru, namun sebelum itu juga harus dikuras ya," bebernya.

Lantas, apa dampak jika radiator coolant yang berwarna keruh dibiarkan dan dipakai terus menerus?

"Kalau masih terus dipakai ya sudah pasti dampaknya bisa bikin mesin overheat atau panas," bebernya lagi.

Dampak lainnya bisa membuat bagian thermostat sampai water pump menjadi karat atau korosi.

Korosi pada sistem pendingin ini menjadi momok yang ditakutkan karena bisa membuat mampat.

Isal/GridOto.com
Coolant Engine Ice ini bahannya dari Propylene Glycol (PG), sedangkan air radiator umumnya menggunakan Ethylene Glycol (EG)

Baca Juga: Banyak yang Lupa, Ini Manfaat Ganti Radiator Coolant Berkala

"Ganti radiator coolant maksimal sekali tiap 40.000 kilometer, lebih cepat makin bagus kok untuk menjaga sistem pendingin," sebut Apre.

Itulah dampak yang dihasilkan ketika tetap menggunakan radiator coolant yang berwarna keruh.

YANG LAINNYA