Mobil Cina Makin Kuat di Indonesia, Ini Fakta Yang Wajib Kalian Tahu

Wisnu Andebar - Kamis, 16 April 2026 | 10:15 WIB

Pilihan mobil Cina semakin beragam

Data wholesales Gaikindo periode Januari–Februari 2026 mencatat BYD berada di peringkat kelima dengan 9.532 unit, disusul Jaecoo di posisi ketujuh dengan raihan 5.030 unit.

Strategi harga juga menjadi senjata utama.

Pabrikan mobil Cina dikenal agresif dengan menawarkan produk berfitur melimpah namun dibanderol lebih kompetitif, bahkan dalam beberapa kasus memangkas harga hingga ratusan juta rupiah dibanding rival di segmen yang sama.

Dominasi juga terlihat jelas di segmen kendaraan listrik.

Merek-merek Cina saat ini menguasai pasar electric vehicle (EV) di Indonesia, berkat kombinasi teknologi yang relatif lebih maju dan harga yang lebih terjangkau bagi konsumen.

Tidak hanya fokus pada mobil listrik, variasi model yang ditawarkan juga semakin luas.

Mulai dari SUV, MPV, hingga city car listrik, serta pilihan teknologi lain seperti hybrid dan mesin konvensional, membuat konsumen memiliki lebih banyak opsi sesuai kebutuhan.

Masifnya ekspansi ini turut diperkuat dengan bertambahnya jumlah merek yang masuk ke Indonesia.

Jika pada 2024 masih sekitar 12 merek, pada 2025 meningkat menjadi 18 merek. Kehadiran pemain baru seperti Denza, Geely, Xpeng, hingga Jetour semakin meramaikan pasar.

Selain itu, komitmen investasi juga mulai terlihat melalui pembangunan fasilitas produksi lokal.

Wuling Motors menjadi pionir dengan pabrik di Cikarang, disusul DFSK di Serang.

Sementara BYD bakal mengoperasikan pabriknya di Subang, dan Chery tengah menyiapkan fasilitas produksi mandiri.

YANG LAINNYA