Ini Jawaban BYD Terkait Komplain Mantan Anggota DPR Akbar Faizal

Hendra - Minggu, 12 April 2026 | 15:22 WIB

ILUSTRASI. BYD Seal Premium tipe yang dikomplain Akbar Faizal

GridOto.com- Terkait dengan komplain BYD Seal Premium yang disampaikan mantan anggota DPR RI, Akbar Faizal melalui media sosialnya, pihak BYD memberikan tanggapannya. 

Luther T. Panjaitan Head of Marketing PR & Government Relation, BYD Indonesia membenarkan adanya informasi terkait dengan komplain di instagram milik Akbar Faizal. 

"Betul ada informasi tersebut dari dealer," jelas Luther.

Pihaknya, Saat ini sedang minta pihak dealer segera berkomunikasi dengan pihak terkait termasuk konsumen.

"Kami berharap dealer segera mengumpulkan informasi yang lengkap dan akurat, guna memastikan tidak terjadi miskomunikasi," bilangnya. 

Ia menambahkan, sampai dengan saat ini informasi belum sepenuhnya lengkap, masih dalam komunikasi.

"Dealer harus kedepankan respon yang cepat dalam menangani setiap keluhan pelanggan lebih dulu," sebut Luther. 

Sebelumnya, Akbar Faizal mengunggah kekesalannya melalui akun Instagram miliknya @akbarfaizal68.

Baca Juga: BYD Minta Netizen Menamai Supercar Barunya Lewat Sayembara, Ini Penampakannya

Dalam unggahan itu, pria berusia 57 tahun ini mengungkapkan kekecewaannya terkait dengan pelayanan BYD.

"Hebat dalam penjualan tapi parah abis dalam pelayanan pasca penjualan," katanya. 

Akbar di dalam unggahan tersebut kepada beberapa pihak seperti dealer BYD di Sudirman, lembaga pembiayaan Clipan Finance dan Asuransi Mag.

Ketiganya dianggap saling lempar tanggung jawab ketika mobil listrik yang dibeli pada Desember 2025 bermasalah. 

BYD Seal Premium miliknya mengalami goyang saat dikendarai dan ditangani bengkel resmi. 

"Ternyata mereka salah analisa dan jogetnya makin parah. Dua bulan lebih mobil saya tak jelas nasibnya," bilang Akbar.

Kini memasuki bulan ke-4, tepatnya Maret Akbar mengambangkan cicilan namun tetap dibayarnya. 

"Masuk April ini saya tak mau bayar. Pihak leasing seperti orang gila menelepon menagih menggunakan puluhan nomor," bilangnya. 

Per 10 April, Akbar dikirim surat peringatan pertama.

"Jika kalian mau tarik mobil itu, sekarang mobil itu ada di kantor kalian atau di bengkel payah yang kalian pilih," kesal Akbar. 

   

YANG LAINNYA