PHEV dan REEV, Dua Senjata Pabrikan Mobil Cina buat Gempur Jepang

Fahmy Fauzy Muhammad - Selasa, 14 April 2026 | 20:53 WIB

Chery Tiggo 8 CSH satu-satunya yang bisa recharge baterai dengan sumber eksternal

GridOto.com - Dulu segmen PHEV atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle dianggap segmen kecil yang sulit berkembang.

Bertahun-tahun total jualan setahunnya cuma belasan atau puluhan unit saja.

Namun, Tahun 2025 pasar mobil Plug-in Hybrid atau PHEV booming.

Teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) menjadi strategi "perang" pabrikan mobil asal Cina dalam memperluas pasar otomotif di Indonesia.

Chery menjadi pabrikan asal Cina yang menggempur Indonesia pakai PHEV.

“Sebelum kami hadir, mungkin customer taunya PHEV itu adalah teknologi yang mahal. Tapi dengan kita menawarkan harga yang sangat kompetitif ‘value for money’ kalau kita menyebutnya,” kata Vice Country Director PT Chery Sales Indonesia Budi Darmawan kepada GridOto.com beberapa waktu.

Dwi Wahyu R./GridOto.com
Umumnya jarak tempuh baterai mobil REEV bisa lebih jauh dari PHEV

Baca Juga: Penjualan PHEV Januari 2026 Tembus 502 Unit, Chery Mendominasi

Bedanya dengan mobil Hybrid Electriv Vehicle (HEV), mobil PHEV ini punya kapasitas baterai yang lebih besar.

Dengan kapasitas baterai yang lebih besar ini membuat mobil PHEV bisa berjalan dengan mode EV (Electric Vehicle) yang lebih jauh.

YANG LAINNYA