GridOto.com - Saat ini sejumlah pabrikan mobil Tiongkok sedang berlomba-lomba menciptakan baterai generasi terbaru.
Tidak terkecuali Changan yang dikabarkan sedang kembangan baterai Sodium Ion.
Bahkan baru-baru ini, baterai besutan pabrikan Congqing, Tiongkok ini sudah masuk tahap pengetesan.
"Pada Februari lalu, Changan global melakukan winter testing di Mongolia," buka Setiawan Surya, Chief Executive Office (CEO) Changan Indonesia kepada GridOto.
Baca Juga: Changan Luncurkan Deepal SO5 REEV, Jarak Tempuh Tembus 1.200 Km
"Tes ini membuktikan pada suhu ekstrem kendaraan Changan masih bisa beroperasi dengan baik. Di sana diluncurkan juga kendaraan baru yang dilengkapi dengan baterai Sodium Ion," tambahnya saat ditemui pada Kamis (09/04/2026).
Menurut Changan, Baterai Sodium Ion memiliki beberapa kelebihan.
"Pada suhu ekstrem menunjukan stabilitas yang kuat," yakin Setiawan.
Baterai Sodium Ion diharapkan bisa beroprasi pada kondisi suhu apapun.
Baca Juga: Krisis Energi Menghantui, Changan Lumin Pantas Dilirik dengan Jarak Tempuh Bisa Segini
"Suatu teknologi baterai yang bisa bertahan di suhu ekstrem, makanya ada winter test di Mongolia," sahut Ridjal Mulyadi, Head Of Marketing Changan Indonesia
"Sehingga baterai ini bisa pada suhu panas maupun dingin," tuturnya saat ditemui di Senayan, Jakarta Pusat.
Untuk saat ini, mobil listrik Changan yang dijual di Indonesia seperti Lumin, menggunakan baterai jenis Lithium Iron Phosphate.
Baterai jenis ini diklaim aman dan stabil digunakan di iklim tropis seperti Indonesia.