Industri Otomotif AS Terancam, Donald Trump Didesak Blokir Mobil China

Ferdian - Jumat, 10 April 2026 | 18:00 WIB

Ilustrasi. Pabrik BYD

GridOto.com - Presiden Donald Trump dan pemerintahannya didesak supaya kendaraan buatan pabrikan China yang diproduksi di Meksiko atau Kanada tidak boleh masuk ke pasar AS.

Desakan ini datang dari tiga senator Partai Demokrat di Amerika Serikat.

Ini menjadi kedua kalinya dalam dua minggu terakhir anggota Senat menyampaikan kekhawatiran kepada presiden terkait ancaman mobil-mobil tersebut terhadap industri otomotif Amerika.

Senator Tammy Baldwin, Elissa Slotkin, dan Chuck Schumer menyoroti pernyataan Trump pada Januari lalu saat acara bersama Detroit Economic Club.

Dalam kesempatan itu, Trump mengatakan bahwa ia tidak masalah jika pabrikan asing masuk dan membangun pabrik di AS selama mereka menciptakan lapangan kerja.

Namun, pernyataan tersebut berbeda dengan kebijakan pemerintahan sebelumnya di bawah Joe Biden, yang telah mengesahkan aturan untuk secara efektif melarang mobil buatan China masuk ke pasar AS mulai Januari 2025.

Melansir RoadTrack, larangan tersebut dibuat karena kekhawatiran soal keamanan nasional, terutama terkait kemungkinan kendaraan tersebut mengumpulkan data pribadi pengguna di Amerika.

Baca Juga: Dubai Lumpuh Efek Konflik Timur Tengah, Ribuan Mobil China Tertahan

Dalam surat mereka, para senator menegaskan bahwa jika pabrikan mobil China diizinkan masuk ke AS, hal itu bisa memberi keuntungan ekonomi besar yang sulit disaingi oleh produsen lokal, sekaligus memicu risiko keamanan yang serius.

Sementara itu, senator dari Partai Republik, Bernie Moreno, juga berencana mengusulkan aturan yang lebih ketat, termasuk pembatasan pada perangkat keras, perangkat lunak, dan kerja sama strategis yang berkaitan dengan perusahaan otomotif China.

Pihak Gedung Putih menyatakan bahwa pemerintah tetap berupaya menarik investasi ke industri dalam negeri, namun tidak akan mengorbankan keamanan nasional demi hal tersebut.

Para senator Demokrat juga meminta agar perusahaan seperti BYD dimasukkan ke dalam daftar perusahaan yang memiliki hubungan dengan militer China, karena adanya kerja sama dengan pemerintah China.

Menariknya, mobil-mobil China yang lebih murah, terutama kendaraan listrik, sebenarnya cukup diminati masyarakat Amerika.

Hal ini karena harga mobil baru saat ini semakin mahal, sehingga banyak orang kesulitan untuk membelinya.

Meski begitu, masuknya mobil China secara besar-besaran diperkirakan bisa berdampak besar terhadap industri otomotif global.

Dengan adanya kekhawatiran dari kedua partai di Kongres, kemungkinan mobil seperti produksi BYD masuk ke pasar AS dalam waktu dekat masih kecil.

YANG LAINNYA