GridOto.com- Teknologi Skyactiv menjadi salah satu ciri khas yang membedakan mobil Mazda dari pabrikan lain.
Teknologi ini tidak hanya fokus pada tenaga, tetapi juga efisiensi dan emisi yang lebih rendah.
Penerapannya mencakup mesin hingga sistem transmisi yang dirancang saling terintegrasi.
“Mesin Skyactiv ini yang membedakan dengan mesin piston biasa itu gesekannya lebih kecil, otomatis tenaganya akan lebih optimal,” ujar Tundjung Pangajom, Head of Technical Service Mazda (PT. Eurokars Motors Indonesia) saat ditemui di Mazda Training Center PIK 2.
Dengan gesekan yang lebih kecil, mesin mampu bekerja lebih efisien tanpa kehilangan performa.
Baca Juga: Jalan Tanpa Menyicip Bensin, Cek Lagi Konsumsi Listrik Mazda CX-80
Hal ini membuat tenaga yang dihasilkan tetap optimal dengan konsumsi bahan bakar yang lebih terjaga.
Selain itu, teknologi ini juga diterapkan pada sistem transmisi otomatis.
“Dari mesin Skyactiv disambung ke Skyactiv Drive automatic transmission (A/T),” lanjutnya.
Kombinasi mesin dan transmisi tersebut dirancang untuk menghasilkan perpindahan tenaga yang lebih halus.
Hasilnya, respons berkendara terasa lebih optimal di berbagai kondisi jalan.
Baca Juga: The New Mazda CX-60 Sport Resmi Diperkenalkan di Ajang IIMS 2026
Menariknya, desain piston pada mesin Skyactiv juga dibuat berbeda.
“Yang membedakan lagi bahwa pistonnya di tengah itu ada lubang, jadi dia pembakarannya akan lebih optimal tanpa menambah emisi,” jelasnya.
Desain tersebut membantu proses pembakaran jadi lebih sempurna.
Efeknya, tenaga meningkat namun emisi tetap lebih rendah.
Selain itu, panas dari mesin juga lebih cepat tersalur sehingga kinerja mesin lebih stabil.
Teknologi ini menjadi salah satu alasan Mazda tetap mempertahankan mesin konvensional dengan efisiensi tinggi.