Selama masa tersebut, operasional pelayanan bahan bakar dihentikan sementara.
"Jadi hari ini pagi tadi sekitar pukul 8.00 WIB sebenarnya sudah dari pukul 00:00 SPBU itu sudah kita tutup, kita pasang spanduk pemberitahuan bahwa SPBU ini kami tutup sementara selama 2 hari untuk masa pembinaan," kata Taufiq di lokasi.
Ia menyebut, langkah pembinaan ini bukan disebabkan oleh pelanggaran operasional, melainkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan evaluasi bersama pascainsiden.
Menurut Taufiq, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan konsumen yang terlibat dalam kejadian tersebut.
Baca Juga: Remaja Bawa Honda CB Terbakar Usai Terjun ke Jurang, Touring Berujung Duka
Dari hasil klarifikasi, pihaknya mengklaim jika kendaraan yang terbakar mengalami masalah teknis.
Selain itu, ia menyebut respons petugas di lokasi saat kejadian dinilai kurang.
Hal tersebut dipengaruhi sejumlah faktor di lapangan, termasuk fokus pelayanan di area pengisian serta keterbatasan pandangan petugas.
Sebagai tindak lanjut, sebutnya, Pertamina memanfaatkan masa penutupan untuk melakukan pembinaan sumber daya manusia (SDM) serta perbaikan sarana dan prasarana.
"Yang pertama, kami berikan pembinaan terkait pembekalan SDM. Pembekalan SDM ini meliputi aspek safety, kemudian aspek-aspek pelayanan lainnya, sehingga hasil nanti diwujudkan layanan yang bisa melayani setulus hati," katanya.