Kasus ini bermula dari pengalaman seorang wanita di California, Ashley Groussman, yang menyewa (leasing) Palisade 2026 pada Agustus 2025.
Pada hari pertama penggunaan, ia menjemput anaknya yang berusia 9 tahun dan duduk di baris kedua.
Saat itu, teman anaknya di baris ketiga menekan tombol kursi elektrik, yang membuat kursi baris kedua bergerak dan hampir menjepit anaknya.
Groussman mengaku mendengar teriakan anaknya dan segera menariknya keluar, sehingga terhindar dari cedera serius.
Meski selamat, kejadian tersebut membuat mereka trauma.
Ia kemudian berulang kali meminta pihak dealer dan Hyundai untuk menarik kembali mobil tersebut.
Bahkan pada September 2025, ia mengirim email ke Hyundai yang menekankan bahwa masalah ini sangat mendesak karena menyangkut keselamatan penumpang.
Baca Juga: Clearance Stock Hyundai Palisade, Santa Fe, dan Tucson Turun Harga Besar-Besaran
Ia juga sempat menyuarakan kekhawatirannya di media sosial.
Namun, pada Oktober 2025, setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak Hyundai, mekanisme kursi dinyatakan masih berfungsi normal dan kasus tersebut ditutup.
Menanggapi hal ini, Hyundai menyatakan bahwa mereka tidak bisa membahas kasus individu, namun mengakui adanya laporan dari konsumen terkait fungsi kursi elektrik.
Hyundai juga menegaskan bahwa setiap laporan keselamatan selalu ditinjau melalui berbagai sumber, termasuk laporan lapangan dan masukan dari pelanggan serta dealer.
Berdasarkan data recall, Hyundai menerima satu laporan kematian terkait kursi baris ketiga, serta tujuh laporan kejadian lain.
Selain itu, ada empat laporan cedera ringan yang berkaitan dengan kursi baris kedua, dengan total 13 laporan di lapangan.
Saat ini, Hyundai tengah menyiapkan pembaruan software tambahan yang ditargetkan selesai akhir bulan ini.
Update tersebut dirancang untuk meningkatkan respons sistem saat kursi bersentuhan dengan penumpang atau benda.
Meski begitu, solusi ini masih bersifat sementara dan belum menjadi perbaikan permanen.