Tragedi Pilu, Sopir Truk Tewas Dikeroyok Satpam dan Pengawas SPBU Saat Beli Solar

Irsyaad W - Jumat, 3 April 2026 | 13:00 WIB

TKP perkelahian sopir truk vs satpam dan pengawas SPBU 24.301.111 Punti Kayu, Jalan Kolonel H. Burlian Km 7, Kecamatan Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan yang mengakibatkan kematian

GridOto.com - Tragedi pilu menimpa seorang sopir truk berinisial MEP (26), yang tewas setelah dikeroyok satpam dan pengawas SPBU saat beli Solar.

Peristiwa itu terjadi di SPBU 24.301.111 Punti Kayu, Jalan Kolonel H. Burlian Km 7, Kecamatan Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan, sekitar pukul 03.50 WIB, (2/4/26).

Sementara ada dua pelaku, yakni Idris (26) sebagai pengawas SPBU dan Edendi Puja Pratama (23) yang bekerja sebagai satpam SPBU, kini ditangkap oleh polisi.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Musa Jedi Permana mengatakan, peristiwa bermula saat korban melakukan pengisian solar di SPBU tersebut.

Namun, proses pengisian terhenti karena operasional SPBU telah berakhir.

Merasa pengisian solar tak maksimal, korban Edo adu mulut dengan tersangka Septian selaku pengawas SPBU.

Situasi semakin memanas hingga korban keluar dari area SPBU dan menunggu di seberang jalan.

Baca Juga: Demi Bisa Beli Solar, Sopir Mobil Jenazah di Thailand Sampai Tunjukkan Mayat ke Pegawai SPBU

"Tak lama berselang, tersangka Septian mengajak tersangka Edendi untuk menemui korban. Saat pertemuan terjadi, korban turun dari kendaraan dan perkelahian pun tak terhindarkan,"terang Musa Jedi dilansir dari Kompas.com.

Perkelahian itu membuat korban mengalami luka tusuk di bagian dada sebelah kiri hingga akhirnya terjatuh.

Ia sempat dilarikan ke RS Myria Palembang oleh saksi di lokasi, tetapi dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.

"Kami langsung mengamankan dua pelaku di lokasi kejadian setelah mendapatkan informasi dari masyarakat," ujar Musa.

Selain itu, polisi juga mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) di area SPBU sebagai alat bukti serta pakaian yang digunakan pelaku saat kejadian.

"Sementara senjata tajam yang digunakan dalam aksi penusukan masih dalam pencarian penyidik karena dibuang pelaku," tuturnya.

YANG LAINNYA