GridOto.com - Pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia pada Februari 2026 menunjukkan tren peningkatan baik di segmen Battery Electric Vehicle (BEV) maupun Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Meski demikian, dari sisi volume penjualan, mobil listrik berbasis baterai masih lebih besar dibanding PHEV.
Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan BEV pada Februari 2026 tercatat mencapai 12.272 unit.
Angka ini naik sekitar 20 persen dibandingkan Januari yang berada di level 10.236 unit.
Sementara itu, segmen PHEV juga menunjukkan peningkatan.
Penjualan wholesales kendaraan plug-in hybrid tercatat 651 unit, atau naik sekitar 30 persen dibandingkan Januari yang mencapai 502 unit.
Dari sisi merek, pasar BEV pada Februari dipimpin oleh BYD dengan penjualan 4.653 unit. Secara kumulatif sejak Januari 2026, penjualan BYD telah mencapai 9.532 unit.
Posisi berikutnya ditempati Jaecoo dengan penjualan 2.926 unit pada Februari. Model Jaecoo J5 Premium menjadi salah satu kontributor utama dalam capaian tersebut.
Sementara itu Wuling juga mencatat performa kuat dengan penjualan 1.124 unit pada Februari. Secara kumulatif sejak awal tahun, penjualan merek ini mencapai 1.992 unit.
Baca Juga: Penjualan PHEV Januari 2026 Tembus 502 Unit, Chery Mendominasi
Di segmen PHEV, pasar didominasi oleh Chery dengan penjualan 457 unit, atau sekitar 70,2 persen pangsa pasar dari total penjualan PHEV pada Februari.
Kontributor terbesar berasal dari model Tiggo 8 CSH Premium yang mencatat 339 unit wholesales, menjadikannya model PHEV dengan penjualan tertinggi pada periode tersebut.
Selain Chery, beberapa merek lain juga mulai memperkuat persaingan di segmen ini.
Wuling mencatat penjualan 109 unit atau sekitar 16,7 persen pangsa pasar, sementara Jaecoo membukukan 78 unit dengan pangsa sekitar 11,9 persen.