GridOto.com - Teror penyiraman air keras di perumahan Bumi Sani, Setia Mekar, Tambun Selatan, Bekasi bukan sekali ini terjadi.
Dari penjelasan ketua RT setempat, ternyata sudah tiga kali terjad dan korbannya dimulai dari sebuah Toyota Fortuner sampai terakhir menimpa seorang warga.
Korban ketiga diketahui seorang warga berinisial TW (54) yang disiram air keras saat berjalan ke musala untuk salat subuh, sekitar pukul 04:50 WIB, (30/3/26).
Ketua RT 003, Mastuki, mengatakan aksi penyiraman air keras pertama terjadi sekitar Oktober 2025 dan menyasar Toyota Fortuner milik warga di RT 001.
Sebulan kemudian, kejadian serupa kembali terjadi di wilayah RT 003 dengan korban juga sebuah mobil.
"Sekitar empat bulan lalu ada penyiraman mobil Fortuner warna putih di tempat saya. Terus bulan depannya di RT 001. Nah sekarang korbannya warga," ujar Mastuki saat ditemui di lokasi, (31/3/26) mengutip Kompas.com.
Ia mengaku sempat menyarankan korban sebelumnya untuk melaporkan kejadian tersebut ke polisi, meskipun tidak mengetahui kelanjutannya.
Mastuki mengaku prihatin karena rangkaian kejadian tersebut kini telah menimbulkan korban seorang warga.
"Yang sekarang korbannya dirawat di rumah sakit, masih di ruang ICU," ujarnya.
Ketua RT 001, Cepi S, menyebut total sudah tiga kali kejadian penyiraman air keras di kawasan tersebut.
Baca Juga: Aktivis Virdian Aurellio Kena Teror Mengancam Nyawa, Kaca VW Polo Miliknya Sengaja Dipecah OTK
"Kami enggak tahu alasannya apa. Yang jelas ini korbannya sudah yang ketiga. Sebelumnya mobil Fortuner juga disiram," terang Cepi.
Ia menegaskan, insiden yang kini menyasar manusia membuat warga semakin khawatir.
"Makanya untuk yang kali ini karena menyangkut jiwa manusia, kami laporkan ke polisi untuk diusut," ujarnya.
Cepi mengungkapkan, pelaku sempat berputar-putar di sekitar lokasi sebelum beraksi, tepatnya di perbatasan RT 01 dan RT 02.
Ia menduga korban telah diincar sejak keluar rumah. Hal itu terlihat dari rekaman kamera pengawas (CCTV).
"Kalau dibilang salah sasaran, kok dia sepertinya sudah ngintip dan ngikutin. Bahkan sudah berputar-putar di CCTV. Jadi memang sudah mengintai di situ," ujar Cepi.
Cepi menambahkan, kondisi korban yang berjalan lambat akibat sakit diduga dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya.
Korban diketahui sudah tidak bekerja selama dua tahun terakhir karena menderita stroke.
"Sudah enggak kerja. Karena dia itu memang sedang sakit stroke, untuk ngomong saja enggak bisa. Makanya kita bingung apa motifnya,” ujar Cepi.
Sementara Ketua RT 02, Yulia Afendi (54), mengatakan korban saat ini dirawat di Rumah Sakit Hermina Bekasi dan masih dalam penanganan intensif.
Baca Juga: Geger Teror Bacok Spion Mobil di Jember, Dikira Batu Ternyata Katana
"Kondisinya masih memprihatinkan. Dari informasi keluarga, hari ini korban dijadwalkan bertemu dokter spesialis bedah kulit," ujar Yulia.
Ia mengungkapkan, pakaian korban rusak akibat cairan yang disiramkan pelaku.
Korban sempat mendapat pertolongan awal sebelum dilarikan ke rumah sakit.
"Bajunya sudah robek, kondisinya sudah hancur. Sempat dibawa ke rumah RT dulu, habis itu langsung dilarikan ke rumah sakit," terang Yulia.
Warga bernama Rahmat (46) mengungkapkan pelaku diduga berjumlah dua orang dan berboncengan menggunakan motor matic berwarna putih gading.
"Yang pasti pelaku berboncengan, pakai helm fullface hitam dengan kaca tertutup, dan jaket warna hitam," ujar Rahmat.
Ia mengaku sempat berpapasan dengan pelaku saat keluar rumah menjelang waktu subuh.
Rahmat juga mencium bau menyengat dari cairan yang diduga air keras di lokasi kejadian.
"Jalan diinjak saja panas. Tadi pagi masih basah, bahkan masih berbuih-buih. Baunya asam sekali," ujarnya.
Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuriyanti, mengatakan korban mengalami luka bakar cukup serius.
Baca Juga: Relawan Ranjau Paku Kena Teror Saat Sisir Jalan, Dikejar dan Diancam Pria Bawa Bambu
"Korban mengalami luka bakar sekitar 30 persen di area wajah, telinga, leher, dada, perut, dan bahu," ujar Wuriyanti.
Ia menambahkan, jenis cairan yang digunakan pelaku masih dalam penyelidikan.
Sebelumnya diberitakan, TW menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal saat menuju musala untuk salat subuh.
Musala tersebut diketahui hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumahnya.
Setelah mendapatkan pertolongan awal, korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.
"Polisi sudah melakukan olah TKP, memeriksa para saksi, dan mencari petunjuk di sekitar TKP," katanya.
Penyelidikan juga melibatkan Satreskrim Polres Metro Bekasi. Hingga kini, polisi masih memburu pelaku penyiraman air keras tersebut.