Gak Perlu Ribet Antre Di SPBU, Seseru Ini Mengendarai Changan Lumin

Trybowo Laksono - Selasa, 31 Maret 2026 | 19:46 WIB

Impresi seru saat memacu Changan Lumin

GridOto.com – Di balik tampang imutnya, Changan Lumin menyimpan keseruan yang menyenangkan saat mengendarainya.

Kami bahkan sudah bisa merasakan karakter positif itu sejak beberapa kilometer awal mengendarainya.

Ya, dari karakternya langsung terlihat kalau keseruan yang diberikan Lumin adalah ia merupakan sebuah transporter yang nyaman.

Ia memang bukan mobil yang enak untuk membelok sekencang mungkin, tapi lebih ke kendaraan yang nyaman dan effortless untuk melaju di perkotaan.

Bantingan suspensinya cukup moderat saat melewati speed trap atau lubang di jalan. Tidak terasa keras, namun juga tidak terlalu empuk.

Robby A./GridOto.com
Orientasi karakter Changan Lumin adalah kenyamanan

Baca Juga: Changan Lumin, Benarkah Akomodasinya Kecil Di Luar, Besar Di Dalam?

Sasis yang pendek memang membatasi kesempatan Lumin untuk menjadi mobil yang sangat empuk.

Karena jika sasis dan suspensinya dibikin empuk maka sasis yang pendek membuat potensi limbungnya sangat besar saat membelok di kecepatan tinggi.

Asyiknya Lumin menggunakan roda berukuran 14 inci yang besar, bandingkan dengan Air ev yang memakai roda 12 inci atau Seres E1 yang 13 inci.

Semakin besar roda, semakin kecil goncangan yang terasa di kabin akibat jalan tak rata.

Ukuran roda yang besar ini ikut berdampak pada stabilitasnya yang lebih baik.

Terpenting, di rentang kecepatan 20-50 km/jam atau lazimnya rute perkotaan ia sudah lincah untuk membelok atau berpindah jalur dengan ringan.

Robby A./GridOto.com
Roda berukuran 14 inci

Baca Juga: Cocok Untuk Ladies yang Ingin Tampil Imut, Segini Harga Changan Lumin

Radius putarnya hanya 4,6 meter jadi bisa terbayang betapa mudahnya bagi pengemudi untuk meliukkan Lumin di situasi apapun, termasuk masuk-keluar dari akses parkiran yang sempit.

Motor listriknya cukup sigap untuk berakselerasi. Lupakan seberapa kencang ia berlari 0-100 km/jam karena Lumin membutuhkan 15,6 detik untuk nomor tersebut.

Tapi di akselerasi yang lebih realistis untuk penggunaan Lumin yakni di 0-60 km/jam, ia bisa menuntaskan dalam 6,3 detik.

Pun begitu dengan akselerasi pertengahan 20-40 km/jam, model terkecil Changan di Indonesia ini cuma butuh 2 detik. Sigap sekali.

So, bisa kami katakan bahwa di rasa berkendara Lumin sudah sesuai peruntukannya, yakni sudah cukup nyaman dan lincah di perkotaan yang menjadi habitat utama.

YANG LAINNYA