GridOto.com - Lebih dari 400 SPBU di Filipina terpaksa menghentikan operasional sementara akibat terganggunya distribusi bahan bakar.
Kepolisian Nasional Filipina (PNP) mencatat, ada sebanyak 409 SPBU dari total 14.479 yang dipantau tidak beroperasi.
Dikutip Kompas.com dari Xinhua, mayoritas penutupan dikarenakan hambatan pasokan produk minyak.
Aparat kepolisian juga meningkatkan pengawasan serta penindakan terhadap praktik-praktik yang dinilai memperparah kelangkaan, seperti penimbunan dan pengambilan keuntungan berlebihan.
Sejauh ini, tujuh kasus telah diajukan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.
Sebelumnya, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menetapkan status darurat energi nasional pada Selasa (24/3/2026).
Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap ancaman terhadap pasokan energi dalam negeri yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Baca Juga: Isu BBM Tinggal 20 Hari Bikin Heboh, SPBU di Bekasi Masih Aman, Ada yang Tutup Tapi Cuma Perbaikan
Dalam pernyataan resminya, pemerintah menyebut situasi global tersebut berpotensi mengganggu stabilitas serta ketersediaan energi di dalam negeri.
Deklarasi ini juga dikeluarkan tidak lama setelah Kementerian Energi mengumumkan rencana peningkatan produksi listrik berbasis batu bara guna menekan kenaikan tarif listrik.