GridOto.com- Rotasi ban memang dilakukan untuk meratakan tingkat keausan agar umur pakai lebih panjang.
Namun, pola rotasi yang tidak tepat justru bisa menimbulkan masalah baru pada ban.
Kesalahan ini sering terjadi karena tidak memahami jenis ban dan sistem penggerak kendaraan.
“Rotasi ban itu nggak bisa asal tukar posisi, harus lihat dulu jenis bannya, sistem penggeraknya,” ujar Hari Permana, pemilik toko ban mobil RSK Garage di Cipondoh, Tangerang.
Salah satu yang paling berisiko adalah pada ban jenis directional atau searah.
Baca Juga: Enggak Banyak Orang Tahu, Ini 5 Manfaat Melakukan Rotasi Ban Mobil
Ban ini dirancang hanya untuk berputar ke satu arah sesuai tanda panah di dinding ban.
Jika dipasang terbalik, kemampuan ban dalam membuang air bisa terganggu.
Akibatnya, risiko selip atau aquaplaning saat jalan basah jadi lebih tinggi.
Selain itu, pola rotasi yang salah juga bisa membuat keausan ban tidak merata.
Padahal, tujuan utama rotasi adalah membagi beban kerja antara ban depan dan belakang.
“Kalau salah pola, keausannya tetap di titik yang sama dan bisa bikin ban cepat habis,” lanjutnya.
Baca Juga: Harus Tahu, Begini Langkah Merotasi Ban Mobil Bersamaan Ban Serep
Kondisi ini bisa memicu permukaan ban menjadi tidak rata, seperti bergelombang atau muncul suara dengung saat mobil berjalan.
Dampaknya, kenyamanan dan kestabilan berkendara ikut menurun.
Karena itu, penting mengikuti pola rotasi yang sesuai dengan jenis penggerak kendaraan.
Pada mobil penggerak roda depan, ban depan dipindah ke belakang secara lurus, sementara ban belakang dipindah ke depan secara menyilang.
Sedangkan pada mobil penggerak roda belakang, pola tersebut berlaku sebaliknya.