Suzuki Shogun Ini Ternyata Bermesin 2-Tak, Cocok Lawan Mbahnya Yamaha RX-King

Naufal Nur Aziz Effendi - Sabtu, 4 April 2026 | 15:00 WIB

penampakan Suzuki Shogun yang beredar di India yang bermesin 2-tak.JPG

GridOto.com - Motor dengan nama Suzuki Shogun ternyata juga pernah mengaspal di negara India.

Tapi berbeda dengan versi Indonesia yang berjenis motor bebek, Suzuki Shogun di negara tersebut jenisnya motor sport.

Menariknya, motor lansiran 1993 ini hadir dengan konfigurasi mesin 2-tak dan jadi rival Yamaha RX100 yang jadi 'mbahnya' RX-King.

Melansir dari halaman cartoq.com, Suzuki Shogun ini merupakan produk hasil kerja sama Suzuki dengan pabrikan setempat, TVS.

Kelahiran motor tersebut pada awalnya dilatar belakangi hadirnya Yamaha RX100 yang mendominasi segmen 2-tak di Negeri Vrindavan.

Suzuki pun memperkenalkan AX100 dan Supra untuk menantang si RX, tetapi kedua motor 100 cc itu dinilai tidak memberikan perlawanan serius.

Hingga pada akhirnya Suzuki Shogun yang dibekali mesin kelas 110 cc pun lahir dan dianggap baru bisa jadi rival sejati RX100.

Untuk spesifikasinya, motor ini menggendong jantung paci 2-tak 108,2 cc pendingin udara dengan teknologi Reed Valve CDI dan Suzuki CCI Lubrication untuk sirkulasi oli maksimal.

xbhp.com
detail tampilan Suzuki Shogun 2-tak

Baca Juga: Tampil Sporty Meski CC Mesinnya Mini, Inilah Motor Sport Pendahulu Suzuki RGR 150

Output yang dihasilkan berupa tenaga 13,8 dk di 8.500 rpm dengan torsi puncak 11,4 Nm di 8.250 rpm yang disalurkan melalui transmisi manual 4-percepatan.

Di atas kertas, performa tersebut mengungguli Yamaha RX100 dengan mesin 2-tak 98 cc-nya yang memiliki tenaga 10,8 dk di 7.500 rpm dan torsi 10,39 Nm di 6.500 rpm.

Melansir dari Cartoq, Suzuki Shogun kemudian menjadi booming di India karena selain soal performa.

xbhp.com
detail buritan Suzuki Shogun 2-tak

Penampilannya yang sporty berkat pemasangan headlamp cowl dan mesin berlapis cat hitam yang diminati banyak konsumen pada masa itu.

Namun sayang perjalanannya harus terhenti akibat regulasi emisi yang semakin ketat sehingga tidak memungkinkan lagi motor-motor 2-tak diproduksi di India.

YANG LAINNYA