Produksi Aman, Pertamina Lubricants Pastikan Pasokan Pelumas Stabil

Wisnu Andebar - Senin, 16 Maret 2026 | 19:00 WIB

Pertamina Lubricants pastikan produksi pelumas tetap aman

GridOto.com - PT Pertamina Lubricants memastikan produksi pelumas andalannya seperti Pertamina Enduro dan Pertamina Fastron tetap berjalan normal meski kondisi geopolitik global tengah bergejolak.

Hal ini karena bahan baku utama pelumas berupa base oil masih dipasok dari dalam negeri, sehingga rantai pasok dinilai relatif aman dan tidak terdampak langsung oleh situasi global.

VP Marketing PT Pertamina Lubricants, Nugroho Setyo Utomo, mengatakan pihaknya saat ini tetap fokus menjaga ketersediaan produk untuk pasar domestik agar tetap aman.

“Kami berharap semua bisa kami amankan. Kalau untuk produksi enggak (terdampak), karena kan kebutuhan di domestik,” ujar Nugroho saat ditemui di Jakarta belum lama ini.

Menurutnya, perusahaan terus berupaya memastikan stok pelumas di pasar dalam negeri tetap terjaga, sambil memantau perkembangan situasi yang bisa memengaruhi pasar global.

“Berupaya untuk menjaga stok di domestik itu aman, tapi yang lain-lain masih sama-sama kami lihat,” lanjutnya.

Nugroho menjelaskan, salah satu faktor yang membuat produksi tetap stabil adalah ketersediaan base oil dari fasilitas kilang Pertamina di dalam negeri.

Ia menyebut base oil mineral diproduksi di Kilang Cilacap, sementara base oil sintetik berasal dari Kilang Dumai yang memiliki spesifikasi tinggi.

“Kami base oil yang mineral dari Cilacap, kemudian sintetik yang the best-nya itu dari Dumai,” jelasnya.

Baca Juga: Cek Fasilitas Lesehan Enduro Pertamina, Bisa Ganti Oli hingga Potong Rambut

Bahkan menurutnya, base oil sintetik yang diproduksi di Dumai sudah masuk kategori Group 3+, yang memberikan keunggulan kompetitif bagi pelumas sintetik Pertamina di pasar.

“Jadi kalau sintetik ada namanya Group 3+, kalau yang dari Dumai itu Group 3+ jadi sebenarnya kami punya keunggulan kompetitif terutama di pelumas sintetik,” kata Nugroho.

Selain memastikan kebutuhan dalam negeri terpenuhi, Pertamina Lubricants juga masih menjalankan aktivitas ekspor ke berbagai negara.

Saat ini, produk pelumas perusahaan tersebut telah dipasarkan ke sekitar 17 negara.

Namun Nugroho mengatakan strategi ekspor kini lebih difokuskan pada pasar-pasar yang sudah menjadi prioritas pengembangan perusahaan.

“Kalau ekspor juga depend on ya, tergantung juga. Kami masih stay (ekspor) ke 17 negara, karena kami fokus untuk development di market yang 17 itu,” ujarnya.

Beberapa negara tujuan ekspor tersebut antara lain Australia, Thailand, Afrika Selatan, Nigeria hingga Jepang. Selain itu, kawasan Timur Tengah juga masih menjadi salah satu tujuan pasar.

Nugroho mencontohkan salah satunya adalah Yaman, yang hingga saat ini aktivitas ekspornya masih tetap berjalan meskipun situasi geopolitik di kawasan tersebut terus dipantau.

“Yaman itu masih berjalan, tetapi dengan kondisi ini ya masih kami maintain saja sifatnya,” pungkasnya.

YANG LAINNYA