GridOto.com - Seorang sopir bus bernama Hartono tak pernah menyangka perjalanan yang ia jalani pada Jumat siang, 13 Maret 2026, akan menjadi pengalaman yang berbeda dari biasanya.
Sopir bus asal Purbalingga itu awalnya hanya menjalankan tugas rutin, mengemudikan bus dari Cilacap menuju Purwokerto.
Bus yang ia kemudikan berangkat sekitar pukul 14.00 WIB dari Cilacap.
Kendaraan berkapasitas sekitar 50 kursi tersebut hanya diisi kurang lebih 20 penumpang.
Sebagian dari mereka terlihat didampingi sejumlah petugas, namun penampilannya yang mengenakan pakaian biasa membuat Hartono tidak menaruh kecurigaan apa pun.
Sepanjang perjalanan, ia bahkan memutar musik dengan volume cukup keras seperti saat membawa penumpang pada perjalanan lain.
Di benaknya, rombongan tersebut cuma akan menghadiri acara buka puasa bersama.
Baca Juga: Karir Sopir Bus Harapan Jaya Terancam Tamat, Bawa 61 Penumpang Diduga Sambil Mabuk
Rasa heran baru muncul ketika tujuan perjalanan berubah dari yang dibayangkan.
Bus yang ia kemudikan justru diarahkan menuju Mapolresta Banyumas.
Dari situlah Hartono mulai menyadari bahwa penumpang yang ia antar bukan rombongan biasa.
Di dalam bus tersebut terdapat sejumlah pejabat yang baru saja diamankan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan.
Salah satu di antaranya adalah Syamsul Auliya Rachman, Bupati Cilacap yang ditangkap dalam operasi tersebut.
“Saya kaget dan tidak menyangka. Awalnya saya kira kegiatan biasa, ternyata diarahkan ke Polresta Banyumas,” ujar Hartono, dikutip dari Tribunnews.com.