Logo SNI Bukan Jaminan, Simak Tips Pilih Helm Baru Sebelum Touring Libur Lebaran

Dida Argadea - Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:30 WIB

Pilihan helm murah buat naik motor

GridOto.com - Selain servis motor biar kondisinya prima buat touring di libur Lebaran nanti, cek kondisi helm juga tak kalah penting.

Karena helm yang umurnya sudah terlalu tua juga bisa mengalami penurunan kualitas.

Apalagi kalau helm sudah sering jatuh, biasanya akan rentan pecah saat kena benturan keras.

Muhammad Ali Iqbal, Community Development & Safety Riding Supervisor Astra Motor Yogyakarta pun pernah menegaskan tentang pentingnya memilih helm yang layak.

"Mulailah menyayangi nyawa anda dengan menggunakan helm yang aman dan benar," buka Iqbal dalam keterangan resmi yang diterima GridOto beberapa waktu lalu.

"Jangan menyepelekan dalam penggunaan helm hanya karena jarak yang di tempuh saat berkendara, tetaplah berkendara dengan selalu cari aman," imbuhnya.

Ia pun berbagi tips soal apa saja yang harus diperhatikan dalam memilih helm baru.

Jangan Asal Berlogo SNI

Helm wajib punya logo SNI (Standar Nasional Indonesia) atau DOT.

Baca Juga: SMK dan STUDDS Luncurkan Helm Baru di IIMS 2026, Ini Harganya

Lebih penting lagi, pastikan logo tersebut tercetak secara emboss atau timbul di bagian tempurung helm.

Logo SNI yang hanya berupa stiker tempelan wajib diwaspadai, karena bisa saja itu bukan logo resmi sehingga kelayakan uji helm patut dipertanyakan.

Selain itu, memilih helm dengan sistem pengait yang kokoh juga wajib hukumnya.

Umumnya, helm SNI punya tiga jenis sistem pengait yang bisa dipilih, mulai dari tipe Quick Release, Micro Metric Buckle, hingga Double D Ring.

Full Face Vs Open Face

Kedua tipe helm ini sama-sama bisa memenuhi standar, namun secara fungsi keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Tipe full face umumnya lebih aman karena tempurung yang bisa melindungi kepala secara lebih menyeluruh, termasuk area wajah dan rahang.

Ia juga lebih nyaman dipakai untuk touring jarak jauh karena lebih tahan dengan terpaan angin.

Namun helm tipe ini punya kekurangan dalam hal visibilitas yang jadi lebih terbatas.

Sementara itu helm open face menawarkan visibilitas yang lebih luas karena pandangan sisi samping tak terhalangi shell helm layaknya tipe full face.

Namun dalam segi perlindungan tak sebaik versi full face.

Pilihlah secara bijak dan sesuai kebutuhan.

Ukuran Helm

Pastikan helm punya ukuran yang pas.

Helm yang terlalu sempit bisa menyebabkan peredaran darah terganggu hingga penggunanya merasakan pusing.

Ukuran helm yang terlalu longgar juga kurang aman, karena posisinya yang tidak memeluk kepala dengan sempurna.

Pastikan busa helm terasa memeuk pipi dengan mantap tapi tetap terasa nyaman .

Penting juga untuk mengukur kekencangan tali pengait.

Pastikan ada jarak sekitar 5 cm atau dua jari antara tali pengait dan posisi dagu.

Hal ini bertujuan untuk mencegah tali menjerat leher jika terjadi kecelakaan, namun tetap masih bisa mengunci dengan aman.

Waktunya Beli Helm Baru

Tidak ada indikasi waktu yang tepat untuk penggantian helm karena tergantung dengan kondisi lapangan.

Seperti sudah dijelaskan di atas, jika helm sudah sering jatuh kualitasnya bisa menurun.

Namun waktu yang disarankan untuk mengganti helm, dalam asumsi kondisi wajar, adalah saat umurnya sudah lebih dari 3 hingga 5 tahun

YANG LAINNYA