Mesin 4A-FE menghasilkan tenaga 116 dk dan torsi puncak 137 Nm.
Sementara itu 3S-FEH memproduksi tenaga 126 dk dengan torsi 177 Nm.
Baca Juga: Sedan Enak, Mengenal Asal Usul Nama Corona Yang Dipakai Toyota
Dapur pacu ini dikombinasikan dengan transmisi manual 5-speed dan otomatis hidraulis.
Berbeda dengan pendahulunya, Coronoa Absolute punya bodi lebih besar dan membulat.
Walau membuatnya memiliki head room dan leg room lapang, tapi desainnya waktu itu kurang populer, khususnya di mata anak muda 90an.
Soalnya, Chief Designer Masazumi Konishi merancang Corona mampu memberikan kenyamanan berkendara untuk pengemudi dan penumpang.
Baca Juga: Penjualan Toyota Kijang Innova Zenix vs Reborn di Februari 2026
Contohnya bagian belakang Corona yang meninggi ini disengaja agar penumpang bertubuh jangkung tak menyundul atap.
Pada saat peluncuran Toyota Corona Absolute 1.600 cc tipe terendah dijual Rp 76,5 juta (GX) dan Rp 81,5 juta (SEG) juta on-the road DKI Jakarta.
Sementara itu versi 2.000 cc M/T dipasarkan Rp 87 juta sedang yang A/T Rp 90,5 juta.
Siapa yang punya story sama the last Corona ini?