Konflik Timur Tengah Memanas, Yamaha Indonesia Buka Suara Soal Dampaknya ke Industri Otomotif

M. Adam Samudra - Minggu, 8 Maret 2026 | 08:00 WIB

Ilustrasi Yamaha NMAX Turbo

GridOto.com - Memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah mulai memunculkan kekhawatiran terhadap berbagai sektor industri global, termasuk otomotif.

Namun hingga saat ini, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing menyebut situasi tersebut belum berdampak langsung terhadap bisnis otomotif mereka di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Manager Public Relation, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Mfg., Rifki Maulana, saat ditemui wartawan di Jakarta, Sabtu (7/3/2026).

Menurut Rifki, pihaknya masih memantau perkembangan situasi global tersebut, khususnya terkait potensi dampaknya terhadap industri otomotif nasional.

“Sampai dengan saat ini Alhamdulillah memang belum berpengaruh ya. Ya mudah-mudahan seluruh konflik yang terjadi bisa cooldown lah ya, sehingga tidak berkepanjangan dan tidak berpengaruh terhadap dunia otomotif nasional,” ujar Rifki.

Ia juga menjelaskan bahwa Yamaha memang memiliki sejumlah pasar ekspor di kawasan Timur Tengah dan Afrika.

Namun untuk saat ini pihaknya belum melakukan analisis lebih jauh apakah konflik tersebut bisa memengaruhi aktivitas produksi maupun distribusi.

“Saya harus cek lagi ya. Kemudian memang beberapa negara tujuan Timur Tengah dan Afrika memang ada,” jelasnya.

Saat ditanya kemungkinan dampak terhadap produksi jika konflik berkepanjangan, Rifki mengatakan pihaknya masih belum melakukan kajian secara detail.

Baca Juga: Gak Cuma Buat Booking Servis, Aplikasi My Yamaha Motor Punya Banyak Fitur Berguna

“Saya belum menganalisa sampai situ. Cuma ya makanya itu semoga semua ini bisa cooling down dan tidak terpengaruh terhadap dunia otomotif kita,” tambahnya.

Seperti diketahui, kawasan Timur Tengah selama ini menjadi salah satu pasar ekspor bagi industri otomotif Indonesia, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.

Karena itu, stabilitas geopolitik di kawasan tersebut dinilai cukup penting bagi kelangsungan perdagangan dan distribusi produk otomotif dari Indonesia.

YANG LAINNYA