Bukan Cuma Murah, Sekarang Mobil Bekas Dapat Garansi 3 Tahun, Ini Gebrakan Baru Otospector

M. Adam Samudra - Jumat, 6 Maret 2026 | 12:30 WIB

Otospector telah membantu ribuan konsumen di berbagai kota memastikan mobil bekas tetap menjadi pilihan cerdas, aman, dan nyaman

GridOto.com - Pasar mobil bekas di Indonesia masih jadi pilihan banyak orang yang ingin punya kendaraan dengan harga lebih terjangkau.

Namun di balik harga yang lebih ramah di kantong, ada satu kekhawatiran yang hampir selalu muncul kondisi mobil yang tidak pasti dan potensi biaya perbaikan besar setelah dibeli.

Hal inilah yang sering membuat calon pembeli ragu memutuskan untuk meminang mobil bekas, meskipun kebutuhan kendaraan pribadi terus meningkat.

Melihat kondisi tersebut, perusahaan layanan inspeksi dan garansi mobil bekas, Otospector, memperkenalkan program garansi mobil bekas hingga 3 tahun.

Program yang diluncurkan pada Februari 2026 ini diklaim menjadi salah satu upaya meningkatkan rasa aman konsumen saat membeli mobil bekas.

“Kami percaya membeli mobil bekas harus sama amannya dengan membeli mobil baru. Dengan garansi hingga 3 tahun, Otospector ingin menghadirkan standar baru dalam industri mobil bekas di Indonesia,” ujar Co-Founder dan CEO Otospector, Jeffrey Andika melalui keteranganya yang diterima GridOto.com, Jum'at (6/3/2026).

Istimewa
Layanan Darurat 24 Jam program garanasi Otospector

Menurut Jeffrey, program ini bukan hanya sekadar menambah pilihan layanan, tetapi juga bagian dari upaya mengubah persepsi masyarakat terhadap mobil bekas.

Ia menilai masih banyak konsumen yang ragu membeli mobil bekas karena khawatir menghadapi kerusakan yang memerlukan biaya besar di kemudian hari.

Istimewa
perusahaan layanan inspeksi dan garansi mobil bekas, Otospector, memperkenalkan program garansi mobil bekas hingga 3 tahun.

“Kami ingin setiap konsumen merasa yakin bahwa mobil bekas yang mereka pilih tetap memberikan rasa aman. Program Garansi Otospector hingga 3 tahun adalah bentuk komitmen kami untuk melindungi konsumen mobil bekas dari risiko biaya perbaikan yang tidak terduga,” jelasnya.

YANG LAINNYA