Namun, Direktur BSDE, Hermawan Wijaya menyebut angka final belanja modal (capital expenditure) untuk Fase 2 dan 3 masih dalam tahap pengolahan di Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
"Secara garis besar, jika diasumsikan dari fase pertama yang memakan biaya sekitar Rp 5,2 triliun untuk jarak 5 kilometer, maka sisa 30 kilometer berikutnya akan memiliki angka yang cukup signifikan," tutur Hermawan menjawab, (25/2/26) melansir Kompas.com.
Target penyelesaian total proyek Tol Serbaraja dicanangkan pada tahun 2030.
Saat itu, jalur ini diproyeksikan telah mencapai titik Balaraja Timur.
Ruas ini menjadi krusial karena menghubungkan BSD City langsung dengan jalur logistik utama menuju Merak dan kawasan industri Tangerang Barat.
Baca Juga: Lewat Gratis, Ini 6 Tol Fungsional yang Dibuka Saat Mudik Lebaran 2026
Hermawan optimistis target 2030 dapat tercapai, meskipun realisasinya sangat bergantung pada kesiapan lahan dan penentuan tarif oleh BPJT.
Mengenai struktur tarif, ia memperkirakan formulasinya akan menyerupai Fase 1 yang saat ini berada di kisaran Rp 6.000 untuk jarak 5 kilometer pertama.
Dalam jangka pendek, menghadapi momentum mudik dan libur Lebaran 2026, manajemen memastikan bahwa Tol Serbaraja Fase 1 dalam kondisi prima.
Mengingat jalur ini merupakan akses aglomerasi dan bukan jalur utama mudik nasional yang mengarah ke Trans-Jawa, tingkat kepadatan diperkirakan tetap terkendali tanpa kendala operasional yang berarti.
Secara strategis, keberadaan Tol Serbaraja memberikan keunggulan kompetitif bagi BSDE dalam memasarkan lahan-lahan di sisi barat BSD City.
Konektivitas tol ini tidak hanya memangkas waktu tempuh, tetapi juga mengubah wajah kawasan dari daerah pinggiran menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.