GridOto.com - PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) angkat bicara soal kondisi daya beli masyarakat dan prospek pasar roda dua nasional di 2026.
Di tengah kenaikan tipis penjualan pada awal tahun, Yamaha mengakui pasar masih membutuhkan pembacaan yang cermat sebelum bisa bicara lebih jauh soal target ambisius.
Public Relation, YRA & Community YIMM, Rifki Maulana, mengatakan bahwa pihaknya masih terus mencermati perkembangan ekonomi yang berpengaruh langsung terhadap minat beli konsumen.
“Terus terang kan memang perlu analisa pasar lagi,” ujar Rifki saat ditemui di Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, pergerakan pasar motor sangat erat kaitannya dengan kondisi makro dan mikro ekonomi.
Karena itu, Yamaha berharap ada perbaikan iklim ekonomi agar daya beli masyarakat ikut terdongkrak.
“Cuma yang kami harapkan dengan mudah-mudahan ekonomi makro dan mikro ekonominya meningkat, kami berharap demand juga meningkat. Sehingga penjualan dan target penjualan kami bisa tercapai atau bahkan melebihi,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang mencatat distribusi domestik sepeda motor Januari 2026 mencapai 577.763 unit.
Angka itu naik sekitar 3,1 persen dibandingkan Januari 2025 yang membukukan 560.301 unit.
Baca Juga: Yamaha Racing Indonesia Bidik Juara Asia di Musim Balap 2026