GridOto.com - Satu lagi sedan keren dari Honda di Indonesia pada dekade 90an.
Kalau Anda lupa atau enggak tahu, perkenalkan Honda Civic Ferio (S04).
PT Imora Motor yang waktu itu menjadi APM Honda di Indonesia merilis Ferio pada Januari 1996. Ferio merupakan Civic generasi ke-6, penerus dari duet Honda Civic Genio (hatchback) dan Estilo (sedan 4 pintu).
Ferio sendiri sebenarnya merupakan nama yang diberikan Honda untuk varian tertinggi pada Civic generasi ke-5.
Namun, label tersebut baru disematkan dan menjadi julukan popular buat Civic model ini.
Baca Juga: Libur Akhir Tahun Pakai Honda Civic RS e:HEV, Iritnya Bisa Jalan Jauh
Ferio yang dirancang oleh Chief Designer Masakazu Udagawa ini masih mempertahankan gaya desain membulat yang sangat popular di tahun 90a-an.
Ia punya kap mesin rendah dan panjang dengan bagasi lebih tinggi dan pilar C tipis. Ciri khasnya, lampu depan yang belo.
Hal paling baru di Ferio adalah mesinnya. Ia dibekali mesin bensin 4-silinder dengan kode D16Y.
Ini adalah dapur pacu berkapasitas 1.600 cc SOHC 16 valve dengan teknologi VTEC-E.
E itu berarti Economy, artinya ini teknologi VTEC difokuskan buat efisiensi bahan bakar.
Baca Juga: Alasan Ini Jadikan Honda Civic RS e:HEV Cocok Untuk Perjalanan Jauh
Tenaga yang dihasilkan mesin ini sekitar 115 dk/5.600 rpm dengan torsi puncak 141 Nm/4.500Rpm.
Mesin yang memutar roda depan (FWD) ini dikawinkan dengan transmisi manual 5 percepatan atau otomatik 4 percepatan.
Mengimbangi kecanggihan mesin VTEC, Ferio menerapkan sistem keamanan pada rem cakram di keempat roda.
Sayangnya, untuk pengemudi tidak dilengkapi perangkat airbag yang sedang trend di Indonesia pada waktu itu.
Ferio ditawarkan dengan harga yang lebih miring ketimbang versi sebelumnya (Genio).
Baca Juga: Tiga Hal Dari Honda Civic Hybrid Tetap Asyik Dikendarai Anak Muda
Yakni Rp 79 juta untuk manual dan Rp 84 juta untuk otomatik (on the road Jakarta).
Buat perbandingan, Toyota Corolla pada waktu itu harganya antara Rp 71 juta hingga Rp 76 juta.
Banderol yang rendah ini, menurut Ang Kang Hoo yang waktu itu menjabat sebagai Direktur PT Imora Motor lantaran bisa mendapatkan bea masuk sesuai paket Mei 1995.
Selain itu, harga juga ditekan lewat local content yang mencapai sekitar 30%.
Dengan harga yang kompetitif ini, Ferio diharapkan bakal mendobrak pasar. PT Imora Motor optimis Ferio pada tahun 1996 itu bisa menembus angka penjualan sekurangnya 5.000 unit.
Patokan serupa juga ditorehkan untuk seri Accord Cielo.
Siapa yang masih merawat Ferio?