Ini adalah dapur pacu berkapasitas 1.600 cc SOHC 16 valve dengan teknologi VTEC-E.
E itu berarti Economy, artinya ini teknologi VTEC difokuskan buat efisiensi bahan bakar.
Baca Juga: Alasan Ini Jadikan Honda Civic RS e:HEV Cocok Untuk Perjalanan Jauh
Tenaga yang dihasilkan mesin ini sekitar 115 dk/5.600 rpm dengan torsi puncak 141 Nm/4.500Rpm.
Mesin yang memutar roda depan (FWD) ini dikawinkan dengan transmisi manual 5 percepatan atau otomatik 4 percepatan.
Mengimbangi kecanggihan mesin VTEC, Ferio menerapkan sistem keamanan pada rem cakram di keempat roda.
Sayangnya, untuk pengemudi tidak dilengkapi perangkat airbag yang sedang trend di Indonesia pada waktu itu.
Ferio ditawarkan dengan harga yang lebih miring ketimbang versi sebelumnya (Genio).
Baca Juga: Tiga Hal Dari Honda Civic Hybrid Tetap Asyik Dikendarai Anak Muda
Yakni Rp 79 juta untuk manual dan Rp 84 juta untuk otomatik (on the road Jakarta).
Buat perbandingan, Toyota Corolla pada waktu itu harganya antara Rp 71 juta hingga Rp 76 juta.
Banderol yang rendah ini, menurut Ang Kang Hoo yang waktu itu menjabat sebagai Direktur PT Imora Motor lantaran bisa mendapatkan bea masuk sesuai paket Mei 1995.
Selain itu, harga juga ditekan lewat local content yang mencapai sekitar 30%.
Dengan harga yang kompetitif ini, Ferio diharapkan bakal mendobrak pasar. PT Imora Motor optimis Ferio pada tahun 1996 itu bisa menembus angka penjualan sekurangnya 5.000 unit.
Patokan serupa juga ditorehkan untuk seri Accord Cielo.
Siapa yang masih merawat Ferio?