GridOto.com- Engine mounting yang sudah aus atau rusak akan langsung memengaruhi kenyamanan karena getaran mesin tidak lagi teredam dengan baik.
Komponen ini berfungsi sebagai penahan sekaligus peredam agar mesin tidak menyalurkan getaran berlebih ke rangka mobil.
Saat kondisinya menurun, getaran yang seharusnya diredam justru terasa jelas hingga ke dalam kabin.
“Kalau engine mounting aus atau jebol, itu getaran mesin pastinya kerasa sampai ke kabin, ke setir,” jelas Bagus Ihsan, penanggung jawab bengkel Abadi Auto spesialis kaki-kaki di Bandung.
Efek paling umum adalah kabin terasa bergetar terutama saat mesin langsam atau di putaran rendah.
Baca Juga: Jangan Bingung Engine Mounting Mobil Rusak, Begini Deteksinya
Selain getaran, suara kasar juga mulai muncul dari ruang mesin saat mobil dijalankan.
Bunyi seperti benturan kerap terdengar ketika mobil mulai bergerak atau melewati permukaan jalan yang tidak rata.
Hal ini terjadi karena posisi mesin tidak lagi terkunci stabil pada dudukannya.
“Kadang bukan cuma getar, tapi juga bunyi waktu ngegas karena posisi mesin sudah nggak rigid,” lanjut Bagus.
Baca Juga: Inilah Tiga Penyebab Engine Mounting Mobil Bekas Bisa Cepat Jebol
Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memicu masalah lanjutan pada komponen lain.
Beberapa bagian yang rentan terdampak antara lain sistem knalpot, selang bahan bakar, hingga transmisi.
Guncangan berulang tanpa peredam yang optimal mempercepat potensi kerusakan tersebut.