Suhu ekstrem pada cakram dan kaliper akan merambat ke minyak rem, hingga akhirnya menciptakan gelembung udara di dalam minyak rem.
Celakanya, udara ini bersifat kompresif, alias bisa menyusut saat ditekan.
Jadi saat kamu menekan tuas rem, yang terdorong bukan lagi cairan minyak yang harusnya mendorong piston dan kampas rem untuk menjepit cakram, tapi yang terdorong justru gelembung udara tadi.
Hasilnya, kampas rem tidak menjepit cakram meski tuas sudah ditekan sampai mentok.
Iqbal menambahkan, untuk menghindari terjadinya overheat berujung rem blong, pengendara sebaiknya menggunakan rem depan dan belakang secara bergantian.
"Jadi rem digunakan depan dan belakang secara berbarengan terus, itu jangan. Gunakanlah secara bergantian agar suhu dan kinerja rem tetap terjaga," ungkap Iqbal.
Untuk langkah pencegahan, jika sudah melibas turunan panjang, jangan ragu untuk menepi sejenak di tempat aman.
Beri jeda selama 10-15 menit agar suhu rem kembali ideal sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Selain itu wajib juga mengecek kualitas minyak rem.
Pastikan minyak rem dikuras dan diganti secara berkala karena seiring waktu kualitasnya menurun dan lebih mudah mendidih.