GridOto.com - Pedal kopling mobil yang berat bukan cuma bikin kaki lelah tapi juga pertanda ada masalah di transmisi manual
Mengabaikan masalah ini bisa mengganggu kenyamanan dan keselamatan berkendara, terutama saat ketemu macet panjang dalam perjalanan mudik.
Supaya bisa diobati sebelum mudik, berikut 3 penyakit penyebab pedal kopling keras.
1. Kabel Kopling (Clutch Cable) yang Kaku
Pada mobil dengan sistem kopling mekanis, kabel kopling bertugas mentransfer tekanan dari pedal ke mekanisme pelepas kopling.
Seiring waktu dan kurangnya pelumasan, kabel ini bisa menjadi kering, berkarat, atau kaku, meningkatkan gesekan internal.
Gesekan berlebihan inilah yang membuat pedal terasa berat saat kamu injak.
Jika kabel sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan struktural atau seratnya putus, penggantian dengan yang baru adalah keharusan.
Namun, jika kekerasan hanya disebabkan oleh kekeringan, pemberian pelumas khusus yang tepat sering kali dapat mengembalikan kelenturannya.
Baca Juga: Ini Empat Penyebab Pelat Kopling Mobil Manual Bekas Cepat Habis
2. Kelemahan Pegas Diafragma (Diaphragm Spring)
Pegas diafragma, yang sering dijuluki 'matahari' karena bentuknya, merupakan bagian dari clutch cover (penutup kopling).
Tugas vitalnya adalah menekan dan membebaskan kampas kopling dari flywheel (roda gila) saat perpindahan gigi.
Ketika pegas diafragma ini mulai lemah atau aus, ia membutuhkan tenaga injakan pedal yang jauh lebih besar untuk menarik kembali dan memisahkan kampas kopling dari flywheel.
Jika daya dorongnya berkurang, proses pemisahan menjadi sulit, yang langsung diterjemahkan sebagai pedal kopling yang keras bagi pengemudi.
Baca Juga: Ganti Gigi Terlalu Cepat Bisa Bikin Kopling Mobil Cepat Habis?
3. Kerusakan pada Release Bearing (Deklaher)
Release bearing (atau clutch release bearing) adalah komponen yang bertugas sebagai penghubung dan penekan.
Bantalan ini akan menekan ujung-ujung pegas diafragma ketika pedal kopling diinjak.
Jika release bearing ini aus atau macet (lemah tekanannya), ia tidak mampu memberikan tekanan yang cukup pada pegas diafragma.
Akibatnya, pemisahan antara kopling dan flywheel terhambat atau tidak sempurna.
Tekanan balik yang kamu rasakan pada kaki adalah hasil dari release bearing yang tidak bekerja optimal, membuat kopling sulit dilepas dan pedal terasa keras.