Ia menambahkan, keberadaan L100 EV sekaligus menegaskan bahwa elektrifikasi bukan hal baru bagi Mitsubishi, dan menjadi fondasi sebelum perusahaan mulai lebih agresif menghadirkan mobil listrik penumpang.
“Itu juga salah satu bukti bahwa teknologi Mitsubishi untuk EV itu ada. Makanya untuk tahun ini baru kita akan mulai untuk passenger car-nya,” ungkap Irwan.
Terkait wilayah pemasaran, MMKSI mengakui distribusi L100 EV masih sangat terfokus di area Jabodetabek.
“Iya, masih di Jabodetabek. Konsumen di luar Jakarta itu enggak terlalu banyak, bisa dibilang sedikit sekali,” katanya.
Fenomena tersebut, menurut Irwan, sejalan dengan tren kendaraan listrik secara umum di Indonesia, di mana sekitar 80 persen penjualannya masih terkonsentrasi di wilayah Jabodetabek.
“Di passenger car BEV pun seperti itu, 80 persen ada di Jakarta. Faktor seperti ganjil-genap itu kan hanya ada di Jakarta,” jelasnya.