GridOto.com - Drama yang dijalankan seorang remaja di kabupaten Batang, Jawa Tengah jadi korban begal gagal.
Ternyata drama palsu itu dilakukan karena takut ke kedua orang tuanya.
Motor yang dikatakan hilang dibegal, ternyata ditarik leasing karena menunggak cicilan kredit.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Jembatan Sungai Terju, Dukuh Sipule, Desa Kluwih, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, sekitar pukul 18.00 WIB, (7/2/26).
Pelaku drama bohong ini yaitu Humam (31) warga Desa Pretek, Kecamatan Pecalungan.
Ia melapor ke warga sekitar mengaku dirinya dibegal oleh enam orang tak dikenal yang mengendarai tiga motor.
Dalam pengakuan awalnya, Humam menyebut Honda BeAT karburator tahun 2012 warna merah miliknya dirampas secara paksa.
Baca Juga: Drama Pria Magetan Ini Gagal, Buat Laporan Palsu Motor Dimaling Tapi Aslinya Takut Istri
Informasi tersebut secara cepat menyebar melalui percakapan warga dan media sosial di Kabupaten Batang.
Dari informasi itu sempat memicu kekhawatiran masyarakat terhadap maraknya aksi kejahatan jalanan di Kecamatan Bandar.
Namun cerita tersebut tak bertahan lama.
Mendapati informasi itu, Personil Polsek Bandar bersama Tim Resmob Satreskrim Polres Batang yang menerima laporan langsung bergerak cepat.
Sekitar pukul 20.00 WIB, polisi mendatangi lokasi yang disebut sebagai TKP pembegalan sekaligus rumah korban untuk melakukan klarifikasi serta pendalaman.
Hasilnya, polisi menemukan beberapa kejanggalan dalam kronologi yang disampaikan.
Kapolres Batang, AKBP Veronica mengatakan, peristiwa tersebut dipastikan bukan tindak pidana pembegalan.
Baca Juga: Ibu Guru Terancam Pidana, Perkara Lapor Polisi Kemalingan Uang Rp 210 Juta di Suzuki Ignis
"Setelah dilakukan pendalaman dan klarifikasi, tidak ditemukan unsur kejahatan." ungkap Veronica.
"Motor yang dilaporkan hilang ternyata ditarik pihak leasing di Pekalongan karena cicilan menunggak," beber Veronica, dikutip TribunJateng.com.
Awalnya, korban masih bersikeras mengaku menjadi korban begal.
Namun setelah didalami lebih lanjut, Humam akhirnya mengakui cerita tersebut dibuat karena takut dimarahi orang tuanya.
"Korban sengaja membuat cerita dibegal agar tidak dimarahi keluarga. Motor tersebut memang masih berstatus kredit dan dieksekusi oleh debt collector," jelasnya.
Polisi juga memastikan Honda BeAT tersebut tidak dilengkapi BPKB karena masih menjadi jaminan leasing, sementara STNK berada di dalam bagasi kendaraan.
Veronica menegaskan, informasi palsu terkait pembegalan sangat berbahaya karena dapat memicu keresahan dan kepanikan di masyarakat.
Baca Juga: Teror Begal Motor Modus Pura-pura Baik di Deli Serdang, Korban Lengah Tendangan Maut Menghunjam
"Isu begal ini sensitif. Sekali menyebar, dampaknya bisa membuat warga takut beraktivitas." tuturnya.
"Padahal dalam kasus ini tidak ada tindak kriminal, hanya persoalan pembiayaan," tegasnya.
Dia mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya di media sosial dan grup percakapan.
"Jangan mudah percaya dan menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya." imbaunya.
"Jika ada kejadian mencurigakan, laporkan ke polisi, bukan justru menambahkan narasi yang berlebihan,” tutupnya.
Meski kasus ini berakhir tanpa unsur pidana, kepolisian memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Batang tetap kondusif.
Polisi juga mengingatkan warga untuk tetap waspada, namun tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.