Laporan Utama: Kemunculan Toyota Veloz Hybrid, Bikin Rival Menjerit

Naufal Nur Aziz Effendi - Minggu, 8 Februari 2026 | 10:00 WIB

Performa Toyota Veloz Hybrid

GridOto.com - Kemunculan Toyota Veloz Hybrid di GAIKINDO Jakarta Auto Week (GJAW) November 2025 lalu spontan membuat 'tegang' banyak pihak, terutama rival.

Sosok apalagi yang dihadirkan PT Toyota-Astra Motor (TAM) di tengah market yang seret? Apalagi Toyota secara momentum memainkan jurusnya menjelang penghujung tahun.

Jurus dimaksud yakni strategi harga kompetitif yang dilekatkan pada varian V, varian terbawah di keluarga Veloz.

Plus wanti-wanti periode terbatas hanya sampai akhir tahun.

Display banderol yang besar dan tak henti-henti sepanjang pameran saat itu menjadi 'pressure' tersendiri di segmennya.

Bayangkan, brand sekelas Toyota, jual mobil keluarga berteknologi hybrid di bawah Rp 300 juta dengan iming-iming konsumsi BBM makin hemat, jelas pergerakan yang sulit untuk dilawan.

Sementara rivalnya, berhitung saja sudah enggak sanggup untuk melawan harga segitu. Adapula yang tak punya teknologi hybrid tapi hampir menyundul Rp 400 juta.

Lainnya ada yang punya teknologi hybrid tapi sudah lesu sejak awal. Tak pelak, sayup-sayup terdengar bisik-bisik kepasrahan rival.

Meski tentunya 'Bikin Rival Menjerit' hanyalah sebuah ungkapan. Sebab untuk menyatakan rival kalah telak, perlu bersandar pada data.

Baca Juga: Harga Fix Veloz Hybrid Akhirnya Keluar, Start Dari Rp 303 Juta!

Di sisi lain, akankah pressure harga Veloz Hybrid ini hanya sementara? Mengingat harga ini berlaku hanya di varian tertentu dan periode tertentu saja.

Nantinya, jika harga terkatrol apakah Veloz Hybrid masih diburu konsumen? Waktu yang menjawabnya. (Tim OTOMOTIF)

Siap Jadi Bintang Baru

Sebagai pendahulu Toyota Avanza dan Veloz masih membuktikan diri sebagai tulang punggung penjualan TAM di pasar otomotif nasional.

Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), total penjualan kedua Low MPV (LMPV) ini dalam kurun waktu kurang lebih dua tahun terakhir menembus angka 106.569 unit.

Pada periode Januari-Desember 2024, Avanza membukukan penjualan wholesales sebanyak 52.286 unit.

Kontribusi terbesar datang dari varian 1.5 G CVT dengan penjualan 16.039 unit, disusul 1.5 G sebanyak 15.024 unit.

Sementara varian bermesin 1.300 cc juga masih diminati, dengan Avanza 1.3 E terjual 12.845 unit dan 1.3 E CVT mencatat 8.378 unit.

Di sisi lain, Toyota Veloz sepanjang 2024 mencatatkan wholesales 13.741 unit. Varian Q CVT menjadi tipe terlaris dengan angka 8.532 unit, diikuti Q CVT TSS sebanyak 2.017 unit.

Baca Juga: Veloz Hybrid Bikin Toyota Minta Maaf ke Konsumen, Ternyata Ini Sebabnya

Sedangkan Veloz 1.5 dan 1.5 CVT masing-masing terjual 2.538 unit dan 654 unit.

Memasuki Januari-November 2025, performa Avanza dan Veloz tetap solid meski pasar otomotif nasional mengalami koreksi.

Avanza mencatatkan penjualan 31.415 unit, dengan varian 1.5 G CVT kembali menjadi penyumbang terbesar lewat penjualan 11.416 unit.

Posisi berikutnya ditempati 1.5 G sebanyak 8.217 unit, lalu 1.3 E dengan 6.649 unit, dan 1.3 E CVT sebesar 5.133 unit.

Sementara itu, Veloz pada periode yang sama membukukan wholesales 9.127 unit. Varian Q CVT tetap menjadi primadona dengan kontribusi 6.011 unit, disusul Q CVT TSS sebanyak 1.064 unit.

Adapun Veloz 1.5 terjual 1.694 unit, sedangkan 1.5 CVT mencatat 358 unit. Secara umum, performa Toyota di pasar nasional juga masih terjaga.

Data GAIKINDO menunjukkan wholesales Toyota sepanjang Januari-November 2025 mencapai 224.018 unit, turun 14,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka 262.315 unit.

“Di Semester I 2025 pasar masih mengalami koreksi sekitar 9% dengan catatan wholesales 374.000 unit. Di tengah kondisi ini, Toyota masih bisa mempertahankan capaian marketshare 33% meski dengan catatan wholesales yang sedikit terkoreksi 5% ke angka 123.000 unit,” ungkap Jap Ernando Demily, Marketing Director TAM.

Iday-GridOto
Jap Ernando Demily. Direktur Marketing PT Toyota-Astra Motor

Baca Juga: Veloz Hybrid Laris Manis, Penjualannya Dua Kali Lipat Varian Konvensional

Ia menambahkan, hingga memasuki semester 2 2025 ini memang belum terlihat adanya perkembangan positif di market, dan masih mengalami koreksi sekitar 10% dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama.

Wholesales mobil nasional pada periode Januari-November 2025 tercatat 710.084 unit, turun 9,65 persen dibandingkan 785.917 unit pada periode yang sama tahun 2024.

Di tengah dinamika tersebut, Toyota justru memperluas portofolio produknya dengan meluncurkan Toyota Veloz Hybrid pada ajang GJAW 2025, November lalu.

Veloz Hybrid mengusung teknologi hybrid yang identik dengan Toyota Yaris Cross Hybrid, memadukan mesin bensin 1.500 cc 2NR-VEX dengan motor listrik dalam konfigurasi seri-paralel untuk mengejar efisiensi bahan bakar dan kenyamanan berkendara.

Dengan harga mulai Rp 299 juta, Veloz Hybrid diyakini bisa menjadi alternatif menarik bagi konsumen keluarga yang menginginkan MPV tujuh penumpang dengan efisiensi khas mobil elektrifikasi Toyota.

FahmyFM/GridOto.com
Mesin Toyota Veloz Hybrid

Potensi Goyang Beberapa Model

Kehadiran Toyota Veloz Hybrid berpotensi menjadi 'game changer' di segmen LMPV 7-seater Tanah Air.

Bukan karena menyandang status mobil baru, tetapi Veloz Hybrid juga membawa kombinasi yang selama ini paling dicari konsumen Indonesia, yakni nama besar dari brand Jepang dan teknologi kekinian seperti mesin hybrid.

Baca Juga: Satu Platform, Performa Toyota Veloz Hybrid dan Yaris Cross Beda Tipis

Salah satu keunggulan paling krusial dari Toyota Veloz Hybrid adalah efisiensi bahan bakarnya.

Berdasarkan data pengetesan tim OTOMOTIF, konsumsi BBM Veloz Hybrid terbilang impresif untuk mobil 7 penumpang.

Pada pengujian rute dalam kota, Toyota Veloz Hybrid mampu mencatatkan konsumsi BBM hingga 28,9 km/liter.

Angka ini sudah melampaui sebagian besar mobil bermesin bensin konvensional di kelasnya.

Bahkan, hasilnya semakin mencengangkan saat diuji di rute kombinasi (dalam kota dan tol) dengan angka 35,5 km/liter, menjadikannya salah satu mobil keluarga paling irit di Indonesia saat ini.

Efisiensi BBM tersebut tidak lepas dari sistem seri-paralel hybrid yang digunakan Veloz.

Sistem seri-paralel hybrid pada Veloz sama persis seperti yang disematkan ke Yaris Cross. Cara kerjanya, dengan mengombinasikan saluran tenaga dari mesin bensin dan motor listrik.

Jadi, roda bisa digerakkan dengan suplai tenaga dari tiga sumber.

Radityo Herdianto / GridOto.com
Konsumsi BBM Toyota Veloz Hybrid rute Kombinasi 35,5 km/l

Baca Juga: Konsumsi BBM Toyota Veloz Hybrid Vs Non-hybrid, Iritnya Beda Jauh

Pertama, hanya menggunakan tenaga dari mesin bensin, kedua, hanya dari motor listrik, dan ketiga dari kombinasi antara mesin bensin dan motor listrik.

Selain untuk menggerakkan roda, mesin bensin pada sistem seri-paralel hybrid juga berfungsi untuk mengisi daya baterai.

Dari sisi fitur, Veloz Hybrid juga dibekali beragam teknologi modern yang memperkuat posisinya sebagai LMPV keluarga premium.

Mulai dari fitur ADAS bernama Toyota Safety Sense (TSS), head unit layar besar, panoramic view monitor, dan wireless charging.

Dengan kombinasi tersebut, kehadiran Veloz Hybrid diyakini akan memberi tekanan serius pada sejumlah model di segmen serupa.

Rayhan Haikal/GridOto.com
Interior Toyota Veloz Hybrid varian V.

Semisal Honda BR-V, meski di segmen yang sedikit berbeda yakni LSUV 7-seater, tapi keduanya memiliki rentang harga yang kurang lebih sama.

Berikutnya, Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross, keduanya bisa dibilang menjadi rival paling kuat Toyota di segmen mobil keluarga 7 penumpang.

Namun, sama seperti BR-V, Xpander dan Xpander Cross belum memiliki varian mesin hybrid di Indonesia. Selain itu, kedua model tersebut juga belum memiliki fitur keselamatan aktif (ADAS).

Baca Juga: Toyota Veloz Hybrid Jadi Ancaman Serius di Segmen MPV, Spek Lengkap dan Harga Bikin Lawan Merinding

Hyundai Stargazer Cartenz dan Cartenz X hadir dengan pendekatan desain futuristis serta fitur modern. Namun, sama seperti rival lainnya, kedua model ini belum mengusung teknologi hybrid.

Suzuki XL7, inilah rival terdekat dari Veloz Hybrid. Harga XL7 berkisar antara Rp 264 Juta hingga Rp 330,5 juta (OTR) tergantung tipe.

Suzuki XL7 Hybrid menggunakan teknologi Smart Hybrid System dengan ISG (Integrated Starter Generator) atau dikenal dengan sebutan mild hybrid dan baterai lithium-ion untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar.

Optimisme Jaringan

Dealer sebagai ujung tombak penjualan menyatakan sikap optimisnya terhadap produk baru Toyota ini.

Di Provinsi Lampung misalnya, seluruh perwakilan Auto2000 sana mengungkapkan rasa percaya diri terhadap Veloz Hybrid.

"Produk sebelumnya, Avanza-Veloz masih menjadi salah satu tulang punggung penjualan kami di Lampung," ungkap Royke Tanralli, Branch Manager Auto2000 Raden Inten, Bandar Lampung.

Dwi Sutanto, Kepala Cabang Auto2000 Kalianda mengatakan yakin produk ini akan diterima konsumen di Lampung. Ia beralasan teknologi hybrid yang ditawarkan bisa diterima masyarakat.

Hendra
Kepala Cabang Auto2000 antusias melihat unit Veloz Hybrid

"Sama seperti berkendara mobil konvensional saja. Namun dengan konsumsi bahan bakar yang jauh lebih irit," katanya.

Selain itu, harga yang ditawarkan juga menarik. Untuk Veloz Hybrid tipe Q di Lampung dijual Rp 305 juta (on the road). "Beda sekitar Rp 6 juta dibanding Jakarta karena adanya penambahan distribusi dan pajak," katanya.

Namun, Dwi mengungkapkan tipikal masyarakat Lampung yang instan.

"Umumnya, mereka inginnya hari ini bayar hari ini juga bawa mobilnya, apalagi saat momen seperti Lebaran nanti, mereka akan berani bayar kalau unitnya tersedia" bilang Dwi.

Sementara, diperkirakan Veloz Hybrid ini akan bisa dimiliki konsumen pada April atau paling cepat Maret tahun depan.

Artikel ini telah tayang di Tabloid OTOMOTIF Edisi 34-XXXV 1 Januari 2026

YANG LAINNYA