Pelaku Wajib Ketangkep, Tukang Tagih Pinjol Permainkan Tiga Ambulans di Semarang

Irsyaad W - Kamis, 5 Februari 2026 | 12:30 WIB

Tiga unit ambulans dan satu mobil pikap jasa angkut kena prank tukang tagih pinjaman online di Semarang Barat, kota Semarang

GridOto.com - Tukang tagih pinjaman online (pinjol) permainkan tiga ambulans di kota Semarang, Jawa Tengah.

Mungkin Polisi patut mengusut dan mencari pelaku yang sudah melakukan order fiktif kepada tiga ambulans tersebut.

Ketiga pengelola ambulans sama, mendapat telepon untuk dimintai bantuan menjemput pasien.

Namun sesampainya di lokasi, permintaan layanan tersebut ternyata palsu dan diduga berkaitan dengan penagihan utang pinjol.

Peristiwa ini terjadi di kawasan permukiman Kecamatan Semarang Barat dan menjadi sorotan setelah rekaman video yang memperlihatkan deretan ambulans berhenti di satu lokasi viral di media sosial.

Salah satu admin Ambulans Antasena, Aldy (25), membenarkan kejadian tersebut.

Ia mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB dan berawal dari order pengantaran pasien kontrol yang diterima atas nama Adi Prasetya.

Baca Juga: Mengekor Ambulans Bisa Dipidana Penjara dan Denda Jutaan Rupiah, Dijerat Pasal Ini

"Penelepon mengaku membutuhkan ambulans untuk mengantar pasien dari Jalan Puspowarno ke Rumah Sakit Columbia Asia," ujar Aldy saat dikonfirmasi, (4/2/26) melansir Kompas.com.

Menurut Aldy, pemesan mengirimkan data pasien lengkap, nama pemilik rumah, hingga titik lokasi melalui fitur berbagi lokasi WhatsApp.

Tanpa curiga, pihak ambulans langsung bergerak cepat menuju alamat rumah seorang perempuan bernama Lia.

Namun, setibanya di lokasi, tidak ada warga yang memesan ambulans.

"Kita bertemu dengan Mbak Lia, katanya dia tidak sakit," ungkapnya.

Saat nomor pemesan kembali dihubungi, jawaban yang diterima justru membingungkan.

"Jawabannya cuma bilang ‘itu kakak saya’," lanjut Aldy.

Baca Juga: Ibu Rumah Tangga Ditipu Oknum Polisi Rp 354 Juta, Berawal Titip Urus Pajak Kendaraan

Pemilik rumah juga menyebut bahwa sehari sebelumnya, rumahnya didatangi sejumlah kendaraan pengiriman akibat order fiktif serupa.

Aldy kemudian menghubungi rekan ambulans lain dan kembali mencoba menelepon nomor pemesan.

"Jawabannya malah bilang, ‘suruh ngelunasin dulu utangnya Rp 14 juta. Kalau enggak, nanti saya panggil damkar’," kata Aldy.

Ia menambahkan, bukan hanya Ambulans Antasena yang menjadi korban.

Dua unit ambulans lain milik rekan-rekannya juga mengalami kejadian serupa di lokasi yang sama.

Akibat prank order fiktif tersebut, pihak ambulans mengaku mengalami kerugian bahan bakar dan tenaga.

Sebagai ambulans swasta, biaya operasional dikeluarkan terlebih dahulu, sementara pembayaran baru diterima setelah layanan selesai.

"BBM pakai uang pribadi. Kondisi lagi sepi order, tapi tetap berangkat karena mikirnya ada pasien," ujarnya.

Biasanya, tarif layanan ambulans dalam kota berkisar Rp 400.000 hingga Rp 500.000 untuk pulang pergi, dan sekitar Rp 350.000 untuk sekali jalan.

YANG LAINNYA