Mobil Listrik Makin Banyak Masuk Tol, Jasa Marga Naikkan Level Kesiagaan

M. Adam Samudra - Jumat, 30 Januari 2026 | 08:50 WIB

Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (Koleksi)

GridOto.com - PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) menilai mitigasi insiden kendaraan listrik di jalan tol perlu menjadi perhatian bersama seiring meningkatnya penggunaan Electric Vehicle (EV) di Indonesia.

JMTO menyebut kendaraan listrik memiliki karakteristik teknis yang berbeda dibanding kendaraan berbahan bakar minyak sehingga membutuhkan pemahaman khusus dari pengguna maupun petugas di lapangan.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (KOLEKSI)

Operation Controlling and Evaluation Department Head PT JMTO, Citra Maharani, mengatakan kesiapan dan kondisi kendaraan menjadi faktor utama dalam menjaga keselamatan berkendara di jalan tol.

"Kendaraan listrik tetap wajib menjalani pemeliharaan secara rutin sebagaimana kendaraan konvensional guna meminimalisir potensi gangguan perjalanan," kata Citra melalui keteranganya, Jum'at (30/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa peran petugas di lapangan sangat krusial, terutama dalam menangani kendaraan yang mengalami gangguan teknis maupun terlibat kecelakaan dengan tingkat kerusakan berat.

Dalam kondisi tersebut, prioritas petugas adalah mengamankan pengguna jalan dan kendaraan, melokalisir lokasi kejadian agar tidak berdampak pada pengguna jalan lain, serta menjaga kelancaran arus lalu lintas.

JMTO memastikan petugas selalu siap membantu penanganan gangguan perjalanan, termasuk pada kejadian khusus yang membutuhkan koordinasi dengan instansi terkait.

Dalam menjalankan tugasnya, petugas JMTO didukung dengan peralatan khusus, termasuk untuk evakuasi korban yang terperangkap di dalam kendaraan.

Baca Juga: Toyota Berharap Insentif Tak Hanya untuk Mobil Listrik, Tapi Semua Powertrain

“JMTO secara konsisten melakukan kegiatan pelatihan rutin yang tujuannya agar pengetahuan dan kemampuan petugas terus meningkat,” ujar Citra.

Ia menambahkan pelatihan tersebut mencakup pemahaman anatomi kendaraan, evakuasi korban kecelakaan, pertolongan pertama, hingga penanganan kebakaran kendaraan agar dapat dilakukan secara tepat dan aman.

Berdasarkan evaluasi data JMTO sepanjang 2025, kecelakaan kendaraan listrik di jalan tol tercatat sekitar 2 persen dari total kecelakaan, sementara gangguan yang membutuhkan layanan derek hanya sekitar 1 persen dan didominasi kendaraan mogok serta pecah ban.

Ke depan, JMTO menyatakan akan terus melakukan evaluasi dan penguatan sistem mitigasi insiden kendaraan listrik guna mendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan tol.

YANG LAINNYA