GridOto.com - Beginilah cara untuk mencegah oleng saat ban mobil bekas kesayangan pecah tiba-tiba.
Yap, pecah ban tiba-tiba jadi salah satu penyebab mobil mengalami kecelakaan.
Ban mobil yang pecah penyebabnya bisa karena kurang perawatan dan perhatian atau karena jalan yang dilewati rusak.
Nah, ternyata ada cara untuk menghindari hal tersebut.
“Menghindarinya selalu cek kondisi ban sebelum berkendara. Mulai dari tebal tipisnya ban, ada retak atau tidak, serta pastikan umur ban tidak lebih dari 5 tahun,” bilang Andy Santoso pemilik Bengkel Mobil 77 di Jl. Suka Damai 2, Eyang Agung, Ciputat.
Namun bila kejadian apes ini terjadi saat mobil sedang berlari pada kecepatan tinggi, ada hal-hal yang tidak boleh dilakukan supaya tidak berakhir hilang kendali.
Contohnya pengemudi kerap menginjak pedal rem, dengan harapan agar laju kendaraan bisa diperlambat atau dihentikan.
Ternyata contoh tersebut salah banget gaes.
Karena mobil akan mengalami perubahan arah yang drastis dan sulit dikendalikan.
“Ini kebiasaan yang salah yang sering dilakukan pengemudi saat mengalami pecah ban tiba-tiba,” papar kode, sapaannya.
Untuk itu, simak beberapa tips penanganan yang harus dilakukan.
1. Hindari Pengereman Mendadak
“Tiba-tiba ban mobil pecah merupakan momen paling krusial saat berkendara. Apalagi kalau terjadi di jalan tol dengan kecepatan relatif tinggi. Jangan lakukan rem mendadak,” wanti kode.
Sebab ketika rem diinjak, misalnya ban depan yang pecah, maka bobot mobil akan pindah ke depan dan setir akan menarik ke arah ban yang pecah.
Dalam situasi seperti ini, mobil bisa lepas kendali, ditambah dengan pengereman terlalu keras dan ada momentum, mobil bisa terpelanting dan terbalik.
2. Jangan Panik
“Kalau dari banyak kejadian ban pecah biasanya diawali dengan kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi,” ujar Kode.
Biasanya di kecepatan 60 – 120 km/jam, lalu terjadi pecah ban.
Masih kata kode, kuncinya adalah jangan panik!
“Karena bila panik, biasanya driver akan mengambil tindakan yang salah seperti menginjak rem, sehingga menyebabkan mobil tidak bisa dikendalikan,” imbuhnya.
3. Tahan Arah Setir Lurus
Kejadian ban pecah ini bisa diperkirakan dalam hitungan detik. Tapi kita bisa kok merasakan ban mana yang pecah.
“Jika ban depan yang pecah, biasanya arah setir tidak terkendali. Oleh sebab itu harus ditahan lurus lebih kuat, karena setir akan tertarik ke arah ban yang pecah,” ujar Kode.
Sementara kalau yang pecahnya ban belakang, setir relatif mudah dikendalikan.
“Jika setir masih mudah dikendalikan, lepas pedal gas dan kurangi kecepatan mobil secara bertahap sambil melihat spion kiri-kanan untuk melihat keadaan sekitar,” sarannya.
Tapi ingat, mau ban depan atau belakang yang pecah, tetap jangan rem mendadak ya.
4. Dilarang pindah ke gigi ke netral
Efeknya sama dengan menginjak pedal kopling karena putaran ban tidak tertahan oleh putaran mesin.
Pengemudi bisa membantu mengurangi kecepatan dengan menurunkan posisi gigi.
Namun langkah ini hanya efektif jika laju mobil tidak terlalu kencang karena tidak mudah memindahkan tuas transmisi saat panik dan efeknya kurang terasa pada mobil matik.
Jika sulit, cukup pertahankan arah kemudi supaya tetap lurus ke depan.
5. Jangan injak pedal kopling
Untuk mobil bertransmisi manual, jauhkan kaki kiri dari pedal kopling.
Sebab jika pedal kopling diinjak, mobil malah akan meluncur deras tidak terkendali karena tidak tertahan oleh beban putaran mesin.
6. Ganti ban di tempat aman
Biarkan kecepatan mobil turun dengan sendirinya.
Nyalakan lampu hazard untuk mememberi tanda kepada pengemudi di belakang, bahwa mobil kalian bermasalah.
Dengan begitu kalian bisa fokus pada upaya mengendalikan arah mobil.
Lalu arahkan kendaraan ke kiri jalan secara perlahan, diawali dengan matikan hazard dan diganti dengan menyalakan lampu sein ke kiri.
Terus pantau kondisi di belakang lewat kaca spion.
Jika kecepatan sudah cukup lambat, arahkan mobil ke bahu jalan dan biarkan mobil berhenti, bisa juga dibantu dengan rem dengan cara menginjak sesekali, dengan perasaan hehe.
Jangan lupa, saat ganti ban pasang segitiga pengaman dengan jarak aman 5 meter.
Baca Juga: Minyak Rem Mobil Bekas Tiba-tiba Berkurang, Cek Komponen Ini