Siap-siap Lengang, Jakarta Bakal Ditinggalkan 3,5 Juta Kendaraan

Irsyaad W - Kamis, 29 Januari 2026 | 12:30 WIB

Lalu lintas di Jakarta sepi saat momen mudik lebaran

GridOto.com - Warga Jakarta asli siap-siap jalanan bakal lengang.

Karena diprediksi 3,5 sampai 3,6 juta kendaraan bakal meninggalkan Jakarta.

Hal ini dikatakan oleh Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono.

"Sekitar 3,5 juta sampai dengan 3,6 juta itu arus keluar, begitu juga sama dengan harus balik," kata Rivan dalam diskusi publik Mudik Outlook 2026 Kompas TV di Menara Kompas, Jakarta Pusat, (27/1/26) melansir Kompas.com.

Diprediksikan, puncak arus mudik Lebaran 2026 jatuh pada tanggal 22 Maret 2026 dengan sekitar 258.000 kendaraan melintas, berkaca kepada mudik Lebaran tahun 2025.

Rivan menjelaskan, sekitar 50 persen pergerakan kendaraan diperkirakan mengarah ke Jalan Tol Trans-Jawa, 29 persen ke arah Merak, dan sisanya ke arah Ciawi.

Dari jumlah kendaraan menuju Tol Trans-Jawa tersebut, sekitar 51 persen diproyeksikan sampai dengan Semarang, sementara sisanya melanjutkan perjalanan ke arah Cipularang.

Baca Juga: Mudik Lebaran 2026 Jadi Lebih Lancar, 4 Tol Baru Ini Dibuka Fungsional

Kompas.com
Rekayasa lalu lintas one way yang diterapkan di tol Cipali sampai Kalikangkung saat mudik lebaran tahun 2024

"Ini adalah berdasarkan potret yang kami lihat dari tahun sebelumnya dan diprediksi juga dari arus kembali di tahun sebelumnya," beber Rivan.

Untuk mendukung pengelolaan lalu lintas, Jasa Marga mengandalkan pemantauan berbasis teknologi, mulai dari kamera di ruas tol dan jalan arteri, pengelolaan rest area, hingga sensor ketinggian air untuk mengantisipasi potensi banjir saat hujan.

Selain itu, masyarakat juga didorong memanfaatkan aplikasi Travoy untuk memantau kondisi lalu lintas secara real time, termasuk kepadatan ruas, ketersediaan rest area, serta kanal pelaporan apabila ditemukan gangguan di jalan tol.

Jasa Marga juga membuka empat ruas jalan tol secara fungsional pada mudik Lebaran 2026.

Total panjang tol fungsional yang disiapkan mencapai 121,64 kilometer dan akan dioperasikan tanpa tarif.

"Jasa Marga menyiapkan ada empat ruas tol baru yang akan disiapkan untuk fungsional," kata Rivan.

Rivan mengatakan, pembukaan tol fungsional dilakukan untuk membantu distribusi lalu lintas, terutama pada titik-titik pertemuan arus kendaraan yang selama ini kerap menjadi sumber kepadatan.

Baca Juga: Cegah Macet Saat Mudik, Jalan Kabupaten Sekitar Tol Yogya–Bawen Dikebut

Empat ruas tol fungsional yang akan dibuka tersebar di sejumlah koridor utama Jalan Tol Trans-Jawa dan jalur strategis lainnya. Berikut rinciannya:

1. Tol Jakarta-Cikampek II Selatan (Japek II Selatan)

Total panjang koridor 62 kilometer, dengan rencana pengoperasian fungsional sepanjang 54,75 kilometer, terdiri dari:

- Segmen Setu-Sukaragam sepanjang 10,50 kilometer,
- Segmen Sukaragam-Bojongmangu sepanjang 13 kilometer, dan
- Segmen Bojongmangu-Sadang sepanjang 31,25 kilometer.

2. Jalan Tol Yogyakarta-Bawen

Memiliki panjang total 75,82 kilometer. Pada Lebaran 2026, ruas yang akan difungsionalkan adalah Segmen Ambarawa-Bawen sepanjang 4,98 kilometer.

3. Jalan Tol Yogyakarta-Solo

Panjang total koridor 96,57 kilometer. Selain ruas yang sudah beroperasi bertarif, tol ini juga akan dibuka secara fungsional pada Segmen Prambanan-Purwomartani sepanjang 12,23 kilometer.

4. Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Tahap I Probolinggo-Besuki)

Rencana panjang tol fungsional mencapai 49,68 kilometer, meliputi:

- Segmen Gending-Kraksaan sepanjang 12,88 kilometer,
- Segmen Kraksaan-SS Paiton sepanjang 11,20 kilometer, dan
- Segmen SS Paiton-Besuki sepanjang 25,60 kilometer.

Baca Juga: Inilah Enam Pilihan Mobil Bekas MPV Rp 50-100 Juta Pas Buat Mudik Lebaran

Diskon Tarif Tol

Adapun mengenai potongan tarif tol, Rivan menyampaikan hingga saat ini belum ada arahan dari pemerintah terkait pemberian diskon tarif tol pada periode Lebaran 2026.

Menurut dia, kebijakan diskon tarif tol pada prinsipnya bertujuan untuk mendistribusikan waktu perjalanan masyarakat agar tidak terjadi penumpukan kendaraan pada satu hari tertentu.

"Proses seperti ini tentu dilihat apakah pemerintah memberikan program ini atau enggak. Satu hal yang paling penting adalah pemberian diskon itu adalah bukan hanya sekadar diberikan diskon, itu untuk melakukan distribusi," tandasnya.

YANG LAINNYA