GridOto.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyiapkan dua jalur tol fungsional di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Jalur fungsional Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo segmen Prambanan–Purwomartani sepanjang 11,48 kilometer serta Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 Ruas Ambarawa–Bawen sepanjang 4,98 kilometer.
Kedua ruas tersebut direncanakan beroperasi secara fungsional selama periode arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A mengatakan, peninjauan bertujuan memastikan kesiapan infrastruktur dan aspek keselamatan sebelum jalur difungsionalkan.
Menurutnya, keberadaan jalur tol fungsional diharapkan dapat membantu distribusi arus kendaraan pada periode dengan tingkat mobilitas tinggi.
“Jasa Marga berkomitmen mendukung kelancaran mobilitas masyarakat pada periode Lebaran 2026 melalui kesiapan jalur fungsional, baik dari sisi kondisi fisik jalan, fasilitas pendukung seperti CCTV, radar, dan traffic counting, maupun pengaturan lalu lintas,” ujar Rivan melalui keteranganya, Sabtu (24/1/2026).
Jalur fungsional Prambanan–Purwomartani yang dikelola melalui PT Jasamarga Jogja Solo dinilai strategis karena menghubungkan Solo dan Yogyakarta, sekaligus mendukung akses menuju kawasan pariwisata seperti Candi Prambanan.
Jasa Marga memperkirakan ruas ini dapat memangkas waktu tempuh Klaten–Yogyakarta dari sekitar 45 menit menjadi sekitar 20 menit.
Sementara itu, jalur fungsional Ambarawa–Bawen yang dibangun PT Jasamarga Jogja Bawen terhubung langsung dengan Tol Trans Jawa Ruas Semarang–Solo.
Baca Juga: Jajal Tol Fungsional Solo-Yogya, Pemudik Hemat Waktu Tempuh 1 Jam
Ruas ini diproyeksikan menjadi alternatif bagi pemudik menuju wilayah Magelang dan Temanggung.
“Jalur fungsional Ambarawa–Bawen akan menjadi alternatif bagi pengguna jalan dari arah Tol Semarang–Solo yang keluar melalui Gerbang Tol Bawen. Jalur ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan yang selama ini kerap terjadi di Exit Bawen pada periode Lebaran,” kata Rivan.
Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menilai kehadiran dua jalur tol fungsional tersebut dapat membantu memecah kepadatan arus mudik dan balik di wilayah Jawa Tengah dan DIY.
“Dengan adanya ruas tol fungsional ini, bangkitan arus dari Jakarta dan Semarang menuju Solo dan Yogyakarta bisa terpecah, sehingga skenario rekayasa lalu lintas menjadi lebih tepat, termasuk pemberlakuan one way atau contraflow bila diperlukan,” kata Agus.