GridOto.com - Kehadiran Honda Prelude di Indonesia menyita perhatian publik.
Dijual dengan harga berkisar Rp 925 juta hingga Rp 975 juta, Honda Prelude tampil sebagai mobil sedan tiga pintu bergaya sport coupe.
Melihat tampilannya dari luar saja sudah menyiratkan bahwa Honda Prelude ini menjadi mobil sport berorientasi performa.
Tapi faktanya justru sebaliknya.
Nama Prelude sendiri dimaknai sebagai forerunner atau inovasi untuk menciptakan sebuah mobil sport hybrid.
Baca Juga: Honda Prelude Hadir Lebih Cepat di Indonesia, Unitnya Sudah Dijual di Sini
Honda Prelude sendiri dirancang dari awal sebagai mobil eksperimen, bukan sebagai mobil DNA sport performa murni.
Sebab Honda sendiri sudah memiliki mobil sport yang didedikasikan untuk performa tinggi, seperti Civic Type R atau supercar Honda NSX.
Diposisikan di antara Civic dan Accord, Honda Prelude diciptakan bukan untuk mengejar catatan waktu tercepat melainkan untuk memberikan sensasi mobil performa bagi penggunanya yang telah merasakan mobil performa tinggi.
Sebut saja mesin 2.000 cc 4 silinder Atkinson Cycle dengan gabungan tenaga sistem 200 dk dan torsi mesin bakar 177 Nm serta torsi motor listrik 315 Nm berbasis Civic e:HEV.
Figur tenaga tersebut bukan angka yang impresif jika Honda Prelude disebut sebagai sports car performa tinggi.
Baca Juga: Akhirnya Ngintip Langsung Honda Prelude, Bikin Pengemudi Puas
Tapi Honda Prelude dibangun dari platform Civic Type R dengan tune sasis dan suspensi yang dirancang untuk trek.
Seperti suspensi depan aktif dual axis dan suspensi belakang multilink, Agile Handling Assist (AHA) pada sasis yang menyesuaikan dari gaya berkendara pengemudi, hingga mode S+ untuk meningkatkan reaksi pergantian gigi secara virtual.
Penyematan teknologi tersebut menjadikan Honda Prelude punya pengendalian dan handling responsif layaknya Civic Type R tapi performa yang impresif nyaman dikendarai seperti Civic e:HEV.