Secara teknis, charger ini sudah dibekali Battery Management System (BMS) lengkap dengan fitur auto cut-off.
Jadi saat baterai sudah mencapai kondisi optimal, pengisian akan berhenti otomatis, membantu menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang.
Menariknya, pengguna bisa mengatur sendiri arus pengisian lewat fitur Adjustable Ampere.
Ada tiga mode yang bisa dipilih: Fast (72V 25A), Normal (72V 13,5A), dan Slow (72V 7A).
Di mode paling cepat, pengisian 10 menit diklaim bisa menambah jarak tempuh sekitar 10 km untuk FOX-350, sementara FOX-200 bisa dapat tambahan hingga 20 km dalam 15 menit.
Soal ukuran, perangkat ini tergolong ringkas dengan dimensi 35 x 20 x 18 cm, masih masuk bagasi motor.
Artinya, charger ini bisa dibawa saat touring, lalu dipakai di rumah, kantor, toko, sampai rest area. Fleksibel, enggak perlu tergantung SPKLU.
Untuk membuktikan konsep ini bukan cuma teori, Polytron langsung melakukan uji jalan lewat touring bertajuk 'Perjalanan 350 km Menuju Negeri Para Gadjah'.
Rutenya Jakarta–Taman Nasional Way Kambas, Lampung, menggunakan Polytron FOX-350, dengan durasi 3 hari 2 malam pulang-pergi.
Baca Juga: Tolak Perang Harga Mobil Baru, Polytron Pilih Jalur Konservatif di Indonesia
Perjalanan ini sekaligus jadi simulasi nyata penggunaan motor listrik jarak jauh, termasuk bagaimana peran portable fast charger dalam menjaga ritme perjalanan.
Dalam kegiatan ini, Polytron juga menggandeng Kopi Gadjah dan mengajak sejumlah figur inspiratif untuk mengeksplorasi Way Kambas, mulai dari Pusat Konservasi Gajah, birdwatching, sampai susur sungai.
“Uji coba perjalanan menggunakan Polytron FOX 350 sejauh 350 kilometer menuju Way Kambas menjadi pembuktian nyata bahwa dengan ekosistem yang tepat, termasuk dukungan portable fast charging, motor listrik Polytron mampu digunakan secara andal, fleksibel, dan nyaman untuk berbagai kebutuhan mobilitas,” tutur Tekno.
Terkait harga, Polytron Adjustable Portable Fast Charging 25A dibanderol Rp 3,8 juta.
Namun, Polytron memberikan potongan harga Rp 700 ribu sehingga harga akhirnya jadi Rp 3,1 juta.