"Biasanya pemalsuan nomor rangka dibarengi dengan pekerjaan tambahan seperti dempul atau cat ulang di area sekitarnya," papar Amin.
"Makanya kalau diperhatikan lebih detail, kontur bodi di sekitar nomor rangka (palsu,-red) sering kali tidak rata," ujarnya.
Hal ini yang kerap tidak disadari pembeli awam karena fokus hanya pada kondisi mesin dan interior.
Masalahnya, mobil dengan nomor rangka yang tidak asli berisiko menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
Meski dokumen kendaraan terlihat lengkap, identitas fisik yang tidak sesuai bisa membuat pemilik baru terseret masalah, bahkan berpotensi dianggap sebagai penadah tanpa disadari.
Gazoel menegaskan, membeli mobil bekas seharusnya tidak dilakukan sendirian, terutama bagi konsumen yang belum berpengalaman.
Baca Juga: Waspada Unit Curian, Ini Cara Cek Keaslian Nomor Rangka dan Mesin Motor Bekas
"Kalau bisa ditemani orang yang paham atau menggunakan jasa inspektor. Mobil bekas itu bukan cuma soal enak dipakai, tapi juga aman secara hukum," paparnya.
Karena itu, calon pembeli disarankan untuk selalu mengecek nomor rangka dan nomor mesin secara detail, termasuk memperhatikan jenis font dan kerapian cetakannya.
Detail kecil ini bisa menjadi pembeda antara mobil bekas yang benar-benar aman dengan unit bermasalah yang berisiko besar di kemudian hari.