GridOto.com - Ramai pembahasan seorang abang ojek online Grab gendong kamera besar keliling jalan.
Tapi tenang, dia bukan intel yang merekam gerak-gerik warga.
Perbincangan itu hangat di Threads seperti diunggah akun @sriwisnu dan juga mengaku penasaran dengan kegiatan abang Grab tersebut.
Penuturannya, lantas akun @sriwisnu mengajak abang Ojol tersebut mengobrol.
Dari perbincangan singkat itu, terungkap bahwa alat 'aneh' tersebut kamera yang digunakan untuk memetakan jalan.
Mitra pengemudi itu diketahui bernama Pak I, hanya disebutkan inisialnya.
Ia menjelaskan tugasnya adalah menyusuri jalan dan gang yang nantinya akan masuk ke dalam peta milik Grab.
Baca Juga: Begini Cara Atur Google Maps Supaya Terhindar Dari Tilang Ganjil Genap
Data visual yang terekam oleh kamera kemudian akan diunggah ke pusat data Grab.
"Dia bilang bahwa Grab sedang membuat peta sendiri," tulis akun Threads @sriwisnu.
Ketika dikonfirmasi ke Grab Indonesia, ternyata jawabannya benar.
Melansir Kompas.com, lewat keterangan tertulis, Grab Indonesia membenarkan mitra pengendara tersebut memang 'Abang Grab' yang sedang menjalankan aktivitas pemetaan untuk layanan peta internal mereka, GrabMaps.
Perusahaan ride-hailing yang berkantor pusat di Singapura ini merinci, perangkat yang terpasang di motor mitra pengemudi tersebut bernama KartaCam 2.
Perangkat ini merupakan kamera khusus yang digunakan dalam inisiatif GrabMaps untuk mengumpulkan citra jalan atau street-level imagery.
GrabMaps Indonesia sendiri mulai dijajaki pada 2022.
Baca Juga: Rawan Menyesatkan, Begini Cara Meningkatkan Akurasi Penunjuk Jalan Google Maps
Grab mengatakan, pengembangan GrabMaps dilakukan untuk menjawab keterbatasan peta pihak ketiga yang dinilai belum sepenuhnya terlokalisasi untuk kebutuhan Asia Tenggara.
Dengan dibangun oleh komunitas lokal, GrabMaps versi Indonesia diklaim menghadirkan data yang lebih presisi, relevan, dan terus diperbarui.
Grab menjelaskan, hingga akhir Desember 2024, ada 80 kontributor di berbagai wilayah.
Pada awal 2026 ini, Pak I tampaknya menjadi salah satu yang bergabung menjadi kontributor mapping GrabMaps.
Grab menjelaskan, abang Grab seperti Pak I yang menjadi kontributor tetap dapat menerima dan menjalankan order seperti biasa sambil melakukan aktivitas mapping jalan.
"Di Indonesia, Mitra secara rutin membantu mengumpulkan data lokasi, mencatat points of interest (POI), serta merekam citra jalan (street-level imagery), baik saat menjalankan pengantaran maupun ketika tidak sedang menerima order," kata Grab dikutip dari KompasTekno.
Kehadiran peta ini, kata Grab, diharapkan membantu merchant agar lokasi usahanya lebih mudah ditemukan, membantu mitra pengemudi menemukan rute paling efisien, mendukung navigasi last mile termasuk jalan kecil dan area sulit dijangkau, hingga menjadi dasar perhitungan jarak dan tarif.
Pemetaan ini tidak hanya digunakan secara internal di layanan Grab.
Baca Juga: Grab Kembangkan Sistem Monitoring Perjalanan demi Keselamatan Penumpang
Saat ini, GrabMaps juga dimanfaatkan oleh pihak eksternal seperti AWS Location Service dan Bing Maps.
Ke depan, Grab menargetkan GrabMaps menjadi solusi peta pilihan di Asia Tenggara.
Soal privasi, Grab memastikan perlindungan data menjadi perhatian utama.
Grab menegaskan, tidak ada data pribadi atau personally identifiable information yang dikumpulkan maupun disimpan di server Grab.
"Data GPS yang digunakan sepenuhnya dianonimkan dan hanya berupa koordinat lokasi, tanpa dikaitkan dengan identitas individu," jelas pihak Grab.
Perlindungan privasi lain yang diterapkan, yakni memburamkan wajah orang dan pelat nomor kendaraan yang terekam dengan bantuan AI hingga menerima permintaan pengaburan rumah bagi yang tidak berkenan.
Memasuki tahun kelima pengembangan, Grab menyebut telah tercipta lebih dari 800.000 points of interest yang disebut akurat dan aktif digunakan dalam sistem GrabMaps.
Inisiatif pemetaan ini juga telah diperluas ke 49 kota dengan melibatkan sekitar 80 kontributor, serta menambahkan lebih dari 193 kilometer data geometri jalan.