KIA Masuki Babak Baru di Indonesia, Operasional Kini Dikelola Langsung Prinsipal

M. Adam Samudra - Rabu, 14 Januari 2026 | 20:45 WIB

Kia Masuki Babak Baru di Indonesia, Operasional Kini Dikelola Langsung Prinsipal (M. Adam Samudra - )

Adam samudra
Mulai hari ini, pengelolaan dan kepemilikan merek Kia di Tanah Air resmi beralih dari PT Kreta Indo Artha ke Kia Sales Indonesia (KSI).

Langkah ini juga memungkinkan pengambilan keputusan strategis yang lebih cepat serta pendekatan yang lebih dekat dengan konsumen.

KIA menargetkan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan, seiring meningkatnya persaingan industri otomotif nasional.

“Kami melanjutkan perjalanan KIA di Indonesia dengan membawa semangat baru, sekaligus menjaga kesinambungan nilai dan kepercayaan yang telah dibangun," kata Jong Sung Park.

"Fokus kami adalah pertumbuhan jangka panjang yang sehat dan relevan dengan pasar Indonesia,” sambungnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Managing Director KIA Sales Indonesia, Bayu Riyanto, menyampaikan bahwa kehadiran KSI diharapkan dapat memperkuat kontribusi KIA bagi industri otomotif nasional, baik dari sisi bisnis maupun ekonomi.

Baca Juga: Akan Dilepas Indomobil, Begini Jejak Perjalanan Kia di Indonesia

“Babak ini merupakan wujud komitmen KIA untuk terus tumbuh bersama Indonesia. Dengan fondasi yang kuat dan semangat baru, kami berharap Kia dapat terus memberikan kontribusi positif bagi industri otomotif Nasional serta menjadi bagian dari perjalanan mobilitas masyarakat Indonesia ke depannya,” ujar Bayu.

Ke depan, KIA Sales Indonesia menegaskan komitmennya untuk menghadirkan produk dengan desain progresif, teknologi inovatif, serta solusi mobilitas yang sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia.

Sekaligus memperluas kontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan penerapan standar global di industri otomotif nasional.

Acara ini dihadiri perwakilan pemerintah Indonesia, Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, manajemen KIA Asia Pacific, PT Kreta Indo Artha, KIA Sales Indonesia, serta lebih dari 100 media nasional.