Hal yang Enggak Boleh Dilakukan Pada Ban Mobil Saat Perjalanan Jauh

Ryan Fasha - Kamis, 8 Januari 2026 | 17:00 WIB

Kali ini mobil listrik kencang dari KIA EV6 GT-Line diuji langsung kemampuannya untuk dikendarai keluar kota. (Ryan Fasha - )

GridOto.com - Ban mobil adalah komponen yang langsung bersinggungan dengan permukaan jalan.

Cengkraman atau grip ban mobil sangat diperlukan untuk membuat mobil bisa berjalan dengan aman dan nyaman.

Ada hal yang enggak boleh dilakukan pada ban mobil terutama pada saat melakukan perjalanan jauh.

Hal ini disampaikan oleh Fisa Rizqiano selaku Deputy Head of OE Sales Bridgestone Indonesia.

"Jangan pernah mengurangi tekanan angin di bawah standar yang sudah ditentukan, apalagi terlalu jauh," buka Fisa.

Panel MID MG ZS Magnify untuk pantau tekanan angin setiap ban

Baca Juga: Tekanan Angin Ban Mobil Listrik Kurang Bisa Bikin Boros Baterai?

"Tekanan angin yang terlalu rendah ini akan membuat kinerja ban lebih berat karena harus menopang bobot kendaraan, gesekan tinggi dalam jangka waktu yang lama dan meredam kondisi jalan," tambahnya.

Tekanan angin ban yang kurang ini membuat dinding ban atau side wall menjadi defleksi berlebihan.

Hasilnya, dinding ban ini suatu waktu bisa mengalami pecah di jalan.

Seperti kita ketahui, bagian dinding ban ini paling tipis jika dibandingkan dengan bagian telapak ban atau tread.

Dinding ban sengaja dibuat lebih fleksibel agar juga bisa menyerap daya kejut dari permukaan jalan.

Radityo Herdianto/GridOto.com
Lihat indikator di dinding ban mobil jangan sampai dipasang terbalik.

Baca Juga: Jangan Cuek, Begini Cara Rawat Ban Serep Ban Mobil dengan Benar

"Tekanan angin ban yang kurang ini membuat dinding ban menjadi mudah bermasalah," terangnya

Dirinya juga mewanti agar selalu mengecek tekanan angin sebelum melakukan perjalanan jauh dan saat diperjalanan.

"Cek selalu tekanan angin dan ukuran tekanannya harus standar baik sebelum berangkat atau selama diperjalanan," tutup Fisa.