Adapun Veloz 1.5 Q CVT, yang menjadi varian terlaris, ditawarkan dengan harga Rp 322,2 juta, sedangkan versi tertinggi Veloz 1.5 Q CVT TSS dipasarkan Rp 344,9 juta.
Selisih harga yang relatif tidak terlalu jauh membuat konsumen cenderung memilih varian dengan fitur lebih lengkap
Secara akumulatif, penjualan Toyota Avanza dan Veloz dalam kurun waktu kurang lebih dua tahun terakhir telah mencapai 106.569 unit.
Pada Januari-November 2025, Avanza masih menjadi penyumbang terbesar dengan wholesales 31.415 unit, didominasi oleh varian 1.5 G CVT yang mencatat 11.416 unit.
Di tengah capaian tersebut, kinerja Toyota secara total memang mengalami penurunan.
Data GAIKINDO mencatat wholesales Toyota pada periode Januari-November 2025 sebesar 224.018 unit, turun 14,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 262.315 unit.
Meski demikian, Toyota tetap kokoh berada di puncak pasar mobil domestik dengan market share 31,5 persen.
Penurunan ini sejalan dengan kondisi pasar otomotif nasional.
Wholesales nasional sepanjang Januari-November 2025 tercatat 710.084 unit, turun 9,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 785.917 unit.
Menariknya, di tengah pasar yang melambat, Toyota justru memperluas portofolio elektrifikasinya dengan menghadirkan Toyota Veloz Hybrid pada ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025.
Veloz Hybrid mengusung teknologi hybrid yang identik dengan Toyota Yaris Cross Hybrid, mengombinasikan mesin bensin 1.500 cc berkode 2NR-VEX dengan motor listrik dalam konfigurasi seri-paralel.
Kombinasi tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar, dengan dukungan baterai berkapasitas sekitar 0,7 kWh serta karakter berkendara yang lebih senyap pada kecepatan rendah.
Dengan basis teknologi yang sama, Toyota menawarkan Veloz Hybrid sebagai MPV tujuh penumpang yang tetap mengedepankan kenyamanan khas mobil keluarga.
Harga Toyota Veloz Hybrid ditawarkan dengan banderol mulai Rp 299 juta OTR Jakarta.