GridOto.com - Inilah tiga penyebab yang bisa bikin engine mounting di mobil bekas cepat jebol atau rusak, simak.
Di mesin mobil, engine mounting bertugas untuk meredam getaran keras dari mesin sehingga tidak menjalar ke dalam kabin.
Bila engine mounting ini bermasalah membuat mobil jadi tidak nyaman digunakan.
"Pada saat mobil berakselerasi mesin bergerak-gerak karena ada torsi, ini yang diredam oleh engine mounting," ujar Andy Santoso.
Andy Liem ini Pemilik Bengkel Mobil 77 di Jl. Suka Damai 2, Eyang Agung, Ciputat.
Menurutnya, ada tiga penyebab utama yang bikin engine mounting cepat rusak.
1. Kualitas
Jika sudah pernah mengganti engine mounting mobil, maka kualitas dari barang tersebut jadi faktor yang menentukan.
"Kalau pakai engine mounting imitasi, biasanya hitungan 2-3 bulan sudah rusak lagi," jelas Kode, panggilannya.
"Pakai yang orisinil saja, mahal sedikit tapi kualitas jelas," tegasnya.
2. Cara Berkendara
"Nah ini, kalau pemilik nyetirnya sering agresif, mesin jadi maju mundur karena luapan tenaga," urai Kode.
Pergerakan ini membuat karet engine mounting bekerja ekstra keras meredam pergerakan mesin.
"Lama-lama pasti cape juga tuh engine mounting, lama-lama timbul robekan pada karet engine mounting," pungkasnya.
3. Umur
Yang terakhir ya memang sudah waktunya ganti alias sudah umurnya.
"Umur pakai juga jadi penyebab engine mounting rusak atau bermasalah," ujar pria yang baru saja merenovasi bengkelnya.
Seiring pemakaian, karet pada engine mounting akan mengeras dan tidak bisa meredam getaran dari mesin.
"Biasanya kalau engine mounting masih orisinil, umurnya sekitar 3-4 tahun baru rusak," tutupnya.
Itu dia tiga penyebab yang bisa bikin engine mounting mobil cepat jebol.
Baca Juga: Harus Tahu, Begini Gejala As Roda Depan Mobil Bekas Yang Mulai Rusak