Kebrutalan Pemotor : Yang Benar Kalah Sama Yang Banyak

Billy - Jumat, 8 September 2023 | 11:38 WIB

Deretan pemotor melaju lawan arah sampai bikin pengendara lain emosi. (Billy - )

Gridoto.com Kebrutalan sepeda motor di jalanan hampir setiap hari terjadi. Lewat jumlah yang masif, yang benar bisa kalah sama yang banyak. Kita sebut pemotor ini oknum karena sebagian besar masih bisa tertib di jalanan.

Sebut saja aneka kebrutalan itu : lawan arah, terobos lampu merah, masuk jalan yang bukan peruntukan seperti Jalan Layang Non Tol(JLNT), kebut-kebutan hingga balap liar. Tidak pakai helm, lampu-lampu mati hingga plat nopol tidak ada.

Sementara sisi mentalitas dan moralitas juga jadi sorotan. Penulis sudah naik motor sekitar 30 tahun dan ini juga pengakuan beberapa komunitas, jika pemotor sekarang kurang punya empati dan kerap bersolidaritas yang salah. Nilai kemanusiaan pun luntur.

Ambil contoh, jika sengketa di jalan dengan pengendara mobil. Senggolan atau serempetan, kerap melarikan diri. Nilai diskusi dan minta maaf(jika salah) sudah pudar.

Pun jika ada kesalahan, seperti halnya 7 pemotor lawan arah yang menabrak truk di jalan raya Lenteng Agung, Jaksel, awalnya supir truk dituding menjadi penyebab.

Beruntung ketegasan Kepolisian, menetapkan supir truk sebagai korban kecerobohan pemotor yang lawan arah. Pemotor yang sebagian masuk rumah sakit tidak mendapat asuransi dari Jasa Raharja. Selain itu pemotor ditilang dan bisa menjadi tersangka atas kecelakaan itu.

Tim Youtuber Laurend Hutagalung yang konsisten dengan konten pencegahan lawan arah, malah kena pengeroyokan di Tebet (15/8) . Sebab para pemotor lawan arah tidak terima dengan aksinya.

Pengeroyokan ini dibawa keranah hukum. Pengemudi OJOL berinisial YS sudah ditangkap oleh tim Reskrim Polres Jakarta Selatan.

Tim Laurend kemudian membuat konten lagi di kawasan Slipi Jaya, Jakbar dan sudah berkordinasi dengan Polsek Palmerah. Namun aksi ini mengundang kemarahan pemotor lawan arah dan sebagian masyarakat. Bahkan ada yang melempari batu.

Ketegasan diperlukan untuk melawan kebrutalan ini. Hukum sebagai panglima harus ditegakan. Jika tidak mau konflik di jalanan siapkan tilang elektronik. Sehingga bisa didenda dan harus dibayar saat bayar pajak kendaraan.

Semoga mereka juga tidak menunggak pajak.