Mesin Kompresi Tinggi Bisa Isi BBM Oktan Rendah Berkat Teknologi Ini

Radityo Herdianto - Jumat, 8 Juli 2022 | 08:00 WIB

Knocking Sensor Mesin Daihatsu Rocky 1.2L (Radityo Herdianto - )

"Dengan KcS, ECU mengatur timing pembakaran mesin agar bisa dilambatkan untuk mengurangi gejala detonasi," terang Audi.

Jadi jika diisi BBM Pertalite 90, mesin ini masih bisa digunakan dengan minimnya detonasi.

Begitu juga dengan Mazda yang punya teknologi Homogenous Charge Compression Ignition (HCCI) pada mesin SKYACTIV-X.

Dwi Wahyu R.
Mesin terbaru Mazda SKYACTIV-X di Proving Ground MAzda, Mine, Jepang

Baca Juga: Uji Irit Mobil Baru Ertiga Hybrid, Hasilnya Tembus Di Atas 25 Km/Liter

Teknologi ini menciptakan proses pembakaran mesin bensin seperti mesin diesel hanya dengan pemampatan campuran udara dan BBM tanpa adanya ignition.

Proses pemampatan dibantu dengan supercharger kecil dan katup variabel yang bisa menghasilkan kompresi hingga 37:1.

Agar bisa terbakar sendiri, dibutuhkan BBM oktan rendah agar bisa lebih mudah terbakar.

Seperti SKYACTIV-X spesifikasi Jepang dengan kompresi setinggi itu justru malah butuh BBM RON 91.