Ubah Wajah Jakarta, Dishub DKI Dorong Perubahan Orientasi Kendaraan Pribadi ke Angkutan Umum

Muslimin Trisyuliono - Jumat, 26 Maret 2021 | 07:15 WIB

Ilustrasi Angkutan Kota (Angkot) Jakarta (Muslimin Trisyuliono - )

GridOto.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta berencana melakukan pembenahan kebijakan di sektor transportasi, yakni dari konsep Car Oriented Development (COD) menjadi Transit Oriented Development (TOD).

Susilo Dewanto, selaku Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dishub DKI Jakarta mengatakan perubahan kebijakan tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan pengunaan angkutan umum.

Khusus kendaraan pribadi dijadikan prioritas terakhir, ini dibuktikan Pemprov DKI Jakarta dengan memberikan disinsentif kepada mereka.

"Memang terjadi perubahan mendasar yang selama ini mengutamakan kendaraan, kini dibalik menjadi mengutamakan mobilitas orang sehingga pergerakan pejalan kaki menjadi urutan utama," ujar Susilo dalam diskusi online Implentasi Transportasi Berkelanjutan, Kamis (25/04/2021).

Baca Juga: Ini Alasan Kawasan Poris Plawad Jadi Proyek Transit Oriented Development

Susilo menjelaskan untuk menerapkan kebijakan TOD, pihaknya menyiapkan empat langkah besar mulai dari mengutamakan pergerakan pejalan kaki hingga mendorong penggunaan kendaraan bermotor ramah lingkungan.

"Di Jakarta didukung dengan trotoar yang cukup dan merambah di jaringan jalan. Kami juga mendorong kendaraan tidak bermotor yakni sepeda. kemudian  kendaraan listrik yang menjadi pilihan karena ramah lingkungan dan mengutamakan kendaraan umum yang masif dan terintegrasi," terangnya.

Ia pun mencontohkkan salah satu upaya penerapan kebijakan TOD di Jakarta di sektor angkutan umum seperti Jak Lingko.

Menurutnya Jak Lingko lebih dari sekadar integrasi angkutan umum, bahkan sudah menjadi ekosistem transportasi Jakarta.

Baca Juga: Transit Oriented Development Uji Publik, Tangerang Siap Jadi Kota Ramah Transportasi Umum

"Jakarta sudah melakukan satu membentuk ekosistem transportasi yang dinamakan Jak Lingko. Ini merupakan salah satu layanan yang hari ini sudah diangka 1,5 juta penumpang per hari. Ini jadi satu sistem transportasi yang perlu diteruskan dan terus dipacu pertumbuhannya," tuturnya.

Oleh sebab itu, ia meminta untuk pembenahan sektor transportasi ini memerlukan kolabasi dari pemerintah dan masyarakat.

"Kebijakan ini harus didukung bersama-sama bukan hanya pemerintah saja, juga untuk masyarakat dan stake holder bahwa yang semula Car Oriented Development (COD) akan berubah menjadi Transit Oriented Development (TOD), bahkan bisa ditambahkan menjadi Digital Oriented Development (DOD) nantinya," pungkasnya.