Melewati Bundaran Jangan Asal Nyelonong, Begini Cara Amannya Menurut Pakar Safety

Muhammad Mavellyno Vedhitya,Laili Rizqiani - Selasa, 19 Januari 2021 | 09:40 WIB

Ilustrasi lalu lintas di bundaran (Muhammad Mavellyno Vedhitya,Laili Rizqiani - )

Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) mengatakan, saat melewati bundaran, pemakai jalan harus memprioritaskan kendaraan yang sudah lebih dulu masuk area bundaran.

"Kita harus menunggu sampai kendaraan yang sudah dalam area bundaran tersebut lewat, baru kita boleh masuk ke dalam bundaran," ujarnya kepada GridOto.com beberapa waktu lalu.

Berbeda lagi jika bundaran tersebut memiliki dua jalur, jika ingin melewati lurus  atau keluar di exit kedua, jangan mengemudikan ke lajur dalam, tetapi gunakan lajur luar.

Selain itu, lampu sein juga harus kita nyalakan setelah melewati exit pertama menuju exit kedua.

"Jangan menyalakan lampu sein sebelum masuk exit pertama, karena akan membahayakan pengemudi di belakang," jelasnya.

Baca Juga: Street Manners: Sering Naik Motor Sambil Mendengarkan Musik Pakai Earphone? Begini Pendapat Pakar Safety

Untuk mobil yang ingin keluar dan sedang berada di jalur paling dalam, perpindahan lajur harus dilakukan secara bertahap dan jangan memotong lajur.

“Jika kita menyalakan lampu sein sebelum exit pertama, pengemudi di belakang bisa salah mengartikan mobil kita, dikiranya kita mau langsung belok ke kiri,” tandas Jusri.

Selain mengetahui etika saat melewati persimpangan yang berbentuk bundaran, setiap pengemudi kendaraan juga harus dalam kondisi sebaik mungkin dan selalu waspada.

Apalagi saat berkendara pada malam hari, jangan memaksakan untuk berkendara jika merasa lelah dan mengantuk yang bisa berisiko merugikan diri sendiri dan orang lain.