Sempat Terjebak di Dalam Mobil Yang Terbakar Saat Crash di F1 Bahrain 2020, Teknologi Baju Balap Ini Yang Bikin Romain Grosjean Bisa Selamat

Laili Rizqiani - Senin, 30 November 2020 | 16:25 WIB

Detik-detik pertolongan Romain Grosjean oleh petugas medis FIA, saat crash horor di F1 Bahrain 2020, Minggu malam (29/11) (Laili Rizqiani - )

 

GridOto.com - Romain Grosjean sempat terjebak dalam kobaran api setelah mobilnya meledak di F1 Bahrain 2020, Minggu (29/11).

Grosjean hampir 30 detik berada di api yang berkobar sebelum akhirnya ia melompat keluar dan mendapat pertolongan dari petugas medis.

Pembalap Prancis itu segera itu dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Akibat insiden itu, Grosjean mengalami luka bakar pada kedua tangannya namun beruntung tidak mengalami cedera yang lebih parah.

Baca Juga: Mobil Haas Romain Grosjean Tabrak Pembatas dan Meledak di F1 Bahrain 2020, Pembalap Soroti Peran Halo?

Hal tersebut tak lepas dari peranan baju balap atau racing suit yang digunakan oleh para pembalap F1.

Racing suit memang dirancang tahan api, menggunakan bahan yang sama seperti yang digunakan oleh para astronot dan sesuai spesifikasi NASA.

Meruntut sejarahnya, pakaian balap tahan api ini mulai digunakan sekitar tahun 1959 oleh para pembalap IndyCar 500.

Pada tahun 1966, Bill Simpson, yang mengembangkan baju balap pertama bertemu dengan seorang astronot NASA bernama Pete Conrad.

Baca Juga: Crash Horor Romain Grosjean di F1 Bahrain 2020 Jadi Bukti Pentingnya Perangkat Halo yang Dulu Sempat Dibully